Situbondo (beritajatim.com) – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, pada Rabu (4/3/2026) malam, mengakibatkan kerusakan pada belasan rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di Desa Jatisari dan sekitarnya. Angin kencang yang menerjang menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi dengan unsur terkait.
“Iya, kami terima informasi dari warga dan langsung menuju lokasi. Setelah melakukan pendataan, tercatat ada 11 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin kencang ini,” ujar Puriyono, Kamis (5/3/2026).
Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Situbondo, rincian kerusakan meliputi satu rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan satu rumah rusak ringan. Seluruh bangunan yang terdampak merupakan rumah dengan konstruksi semi permanen.
“Rumah rusak berat milik Ibu Salma di Dusun Citro Asmoro. Sementara kerusakan sedang dan ringan tersebar di beberapa dusun, seperti Sapudi Konir dan Dellep, serta satu rumah di Desa Ketowan,” jelas Puriyono.
Kerugian materil akibat bencana ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, dengan nilai kerugian bervariasi antara Rp300.000 hingga Rp5.000.000 per unit rumah, tergantung tingkat kerusakan.
“Alhamdulillah, untuk korban jiwa nihil. Namun, kami tetap mengimbau kepada warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Situbondo,” imbuhnya.
Saat ini, BPBD Situbondo bersama dengan Muspika Kecamatan Arjasa, TNI/Polri, Tagana, dan perangkat desa setempat masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan lebih lanjut serta memberikan himbauan kesiapsiagaan kepada masyarakat. Pihaknya juga akan segera menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang rumahnya terdampak.
“Kami masih terus memantau perkembangan di lapangan. Jika ada data tambahan, akan segera kami laporkan,” tutup Puriyono. (awi/but)






