Surabaya (beritajatim.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan Ketua Umum Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), KH Asep Saifuddin Chalim, menggelar istighotsah rutin untuk mendoakan kemaslahatan Jawa Timur dan Indonesia pada Selasa (3/3/2025) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Kiai Asep menegaskan tanggung jawab moral ulama untuk mengawal kepemimpinan Prabowo Subianto serta menyuarakan keprihatinan atas gejolak dunia.
Kiai Asep yang juga Ketua Pergunu menegaskan bahwa dukungan terhadap Prabowo Subianto bukan sekadar urusan pemenangan, melainkan tanggung jawab sampai tuntas.
“Ulama harus ikut bertanggung jawab agar Presiden selalu dibimbing Allah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Pak Presiden Prabowo tegas melawan oligarki, berani menutup tambang ilegal, dan merampas kembali uang negara yang dicuri,” tegasnya.
Kiai Asep juga menyoroti kaitan langsung antara kebijakan pemimpin dunia dengan isi dompet rakyat Indonesia. Dia memprediksi kenaikan harga BBM yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah (serangan Israel dan Amerika ke Iran) serta kebijakan Donald Trump.
”Kenaikan BBM akan menyedot subsidi triliunan rupiah dari APBN. Doa bersama ini dimaksudkan agar prediksi buruk tersebut tidak terjadi. Mengutip tokoh Goenawan Muhammad, Kiai Asep menyebut kebijakan Netanyahu dan Donald Trump sebagai tindakan ‘gila’ (mad/crazy) dan brutal yang mengancam keadilan dunia. Doa adalah senjata bagi kita. Kita tumpahkan marah kita lewat doa untuk memberikan keadilan,” tukasnya.
Selain itu, Kiai Asep mengungkapkan ambisinya untuk menjadikan Mojokerto sebagai ‘Miniatur Indonesia Maju’. Langkah ini ia titipkan melalui anaknya yang berkiprah sebagai bupati di Mojokerto, dengan harapan perubahan besar dimulai dari lingkup daerah. [tok/beq]







