Malang (beritajatim.com) – Gelombang solidaritas untuk mahasiswa terdampak bencana alam terus mengalir. Sebanyak 70 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang berasal dari wilayah terdampak banjir di Sumatera dan Aceh resmi menerima bantuan dana pendidikan dengan total mencapai Rp155 juta.
Bantuan ini merupakan kolaborasi kemanusiaan antara UB dengan Busana Apparel Group (PT Eratex Djaja Tbk) melalui program “Busana Peduli Bencana”. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Gedung Widyaloka UB pada Senin (2/3/2026) lalu.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, SH., M.H, menjelaskan bahwa setiap mahasiswa penerima mendapatkan dana sekitar Rp2 juta. Langkah ini diambil untuk memastikan proses akademik mahasiswa tidak terhenti akibat kendala ekonomi pascabencana.
“Bantuan ini adalah bentuk nyata kepedulian industri terhadap dunia pendidikan. Kami ingin memastikan mahasiswa yang sedang berjuang menuntut ilmu di UB tetap memiliki semangat meski keluarga mereka di kampung halaman sedang diuji bencana,” ujar Dr. Setiawan.
Sementara itu, GM Manufacturing PT Eratex Djaja Tbk, Chanchal Gupta, menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban. Ia menegaskan bahwa aksi korporasi ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bentuk tanggung jawab moral perusahaan.
“Kami merasa terpanggil untuk meringankan beban para korban. Perusahaan menghimpun dana ini secara khusus untuk disalurkan kepada mereka yang paling membutuhkan. Kami berharap bantuan ini menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk tetap fokus pada studi mereka,” ungkap Chanchal Gupta.
Selain memberikan bantuan, Chanchal juga memberikan sinyal positif bagi para mahasiswa UB dengan menyatakan keterbukaan perusahaan bagi para lulusan (alumni) UB untuk berkarir di PT Eratex Djaja Tbk di masa depan.
Berdasarkan pendataan cepat yang dilakukan pihak universitas pascabencana di Sumatera dan Aceh, tercatat ada 136 mahasiswa UB yang berasal dari wilayah terdampak. Namun, melalui proses verifikasi yang ketat, terpilih 70 mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk menerima bantuan dari PT Eratex Djaja.
Penentuan penerima manfaat didasarkan pada empat tingkatan dampak bencana. Pertama, Mahasiswa yang anggota keluarga intinya meninggal dunia akibat banjir. Kedua, rumah hanyut, hilang terbawa arus, atau hancur total tanpa sisa.
Ketiga, rumah rusak sebagian atau kehilangan fungsi namun masih layak huni setelah perbaikan. Keempat, mahasiswa yang terdampak secara ekonomi maupun kondisi lingkungan tempat tinggal secara umum.
Sebagai informasi, gerakan kemanusiaan PT Eratex Djaja Tbk tidak hanya terfokus di Universitas Brawijaya. Perusahaan juga menyalurkan bantuan serupa kepada mahasiswa terdampak banjir di beberapa perguruan tinggi ternama lainnya di Indonesia, seperti: Universitas Indonesia (UI), IPB University, dan Universitas Diponegoro (Undip). (dan/but)






