Probolinggo (beritajatim.com) – Layanan KA Komuter Supas rute Probolinggo–Surabaya resmi beroperasi sebagai solusi mobilitas murah bagi masyarakat dengan tarif terjangkau sebesar Rp8.000. Moda transportasi ini diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi sektor pariwisata dan penguatan ekonomi di wilayah Kota Probolinggo.
Kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Probolinggo dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini bertujuan memfasilitasi kebutuhan rill warga yang sebelumnya harus transit di Pasuruan. Kehadiran rute langsung ini memangkas waktu tempuh serta biaya perjalanan secara signifikan bagi para pelaju maupun wisatawan.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa kehadiran KA Komuter Supas dirancang secara konkret untuk membantu efisiensi pengeluaran masyarakat. Akses konektivitas langsung menuju Surabaya kini jauh lebih ekonomis dibandingkan harus berganti moda transportasi di tengah perjalanan.
“Selama ini masyarakat harus turun di Pasuruan lalu lanjut transportasi lain. Sekarang sudah bisa langsung dari Kota Probolinggo ke Surabaya dengan tarif Rp8 ribu. Ini sangat ekonomis dan konkret membantu masyarakat,” tegasnya.
Selain mempermudah mobilitas pekerja dan pelajar, Pemerintah Kota Probolinggo membidik arus wisatawan dari Surabaya agar bersedia singgah lebih lama. Layanan komuter ini akan diintegrasikan dengan kalender acara daerah guna menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Skema yang disiapkan memungkinkan pelancong menikmati berbagai destinasi lokal dan bermalam di Probolinggo sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan angka kunjungan dan lama menginap wisatawan yang saat ini masih berada di kisaran 10 persen.
“Kita ingin wisatawan dari Surabaya mudah datang, mudah kembali, dan tertarik untuk stay di Kota Probolinggo. Kalau aksesnya gampang dan murah, peluang peningkatan hunian hotel pasti naik,” ujar Aminuddin.
Pemerintah optimistis bahwa konektivitas langsung yang murah akan memberikan dampak berantai terhadap perputaran ekonomi warga setempat. Sektor UMKM, perhotelan, hingga industri kuliner diprediksi akan mengalami pertumbuhan seiring dengan meningkatnya volume penumpang.
“Efeknya pasti terasa. UMKM, perhotelan, kuliner, semua akan ikut bergerak,” tambahnya.
Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter, Heri Siswanto, mengungkapkan bahwa respons awal masyarakat terhadap layanan baru ini sangat menjanjikan dengan terjualnya lebih dari 400 tiket. Minat tinggi tersebut tidak hanya datang dari warga Probolinggo, tetapi juga penumpang dari wilayah Lumajang dan Situbondo.
“Artinya minat masyarakat ada. Kami tentu akan terus evaluasi agar okupansi meningkat,” jelasnya.
Penambahan layanan komuter ini dipastikan tidak mengganggu jadwal operasional kereta api lain yang sudah ada sebelumnya. Pihak operator hanya melakukan penyesuaian integrasi waktu agar tetap terkoneksi secara efisien dengan jadwal perjalanan dari Surabaya maupun Pasuruan.
Target okupansi ditetapkan mampu menembus angka 600 penumpang pada setiap perjalanan untuk menjaga keberlangsungan layanan. Konsistensi jumlah penumpang akan menjadikan KA Komuter Supas sebagai tulang punggung baru konektivitas regional yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah. [ada/beq]






