Surabaya (beritajatim.com)- Gula merupakan sumber energi penting bagi tubuh, termasuk untuk kerja otak.Namun jika dikonsumsi berlebihan, gula dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti resistensi insulin, diabetes, hingga gangguan pada ginjal dan jantung.
Menurut anjuran Kementerian Kesehatan RI, batas konsumsi gula harian yang disarankan adalah sekitar 50 gram atau setara 5–9 sendok teh per orang.
Jika Anda sering mengonsumsi makanan atau minuman manis, perhatikan beberapa tanda berikut yang bisa menunjukkan tubuh menerima gula terlalu banyak.
1. Mudah Lelah dan Tidak Bertenaga
Gula memang dapat memberi energi dengan cepat, tetapi efeknya biasanya tidak
bertahan lama. Setelah itu, energi bisa turun drastis sehingga tubuh terasa lemas.
Saat kadar gula darah tinggi, tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa secara
optimal sebagai energi. Akibatnya, Anda dapat merasa cepat lelah meskipun tidak
melakukan aktivitas berat.
2. Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil
Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan gula melalui urin. Proses ini menarik lebih banyak cairan dari tubuh sehingga frekuensi buang air kecil meningkat dan rasa haus muncul terus-menerus.
3. Cepat Lapar Walaupun Sudah Makan
Makanan tinggi gula biasanya cepat dicerna dan tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Selain itu, ketika glukosa tidak dapat masuk ke sel secara efektif, tubuh tetap merasa kekurangan energi. Kondisi ini memicu rasa lapar yang lebih sering dan meningkatkan nafsu makan.
4. Masalah Kulit seperti Jerawat dan Penuaan Dini
Asupan gula berlebih dapat memicu peradangan dan meningkatkan produksi minyak pada kulit sehingga jerawat lebih mudah muncul. Selain itu, gula dapat merusak protein penting pada kulit yang menjaga kekenyalan, sehingga kulit tampak kusam dan tanda penuaan muncul lebih cepat.
5. Penglihatan Menjadi Kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi saraf dan jaringan mata.
Akibatnya, penglihatan bisa menjadi kurang jelas. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pada pembuluh darah mata.
Cara Mengurangi Konsumsi Gula
Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, mengurangi asupan gula dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Anda dapat mulai dengan membaca label makanan untuk mengetahui kandungan gula tambahan yang sering tersembunyi dalam produk kemasan.
Batasi konsumsi minuman manis seperti soda dan minuman siap saji, lalu biasakan memilih makanan alami seperti buah, sayuran, dan biji-bijian. Selain itu, perbanyak minum air putih atau teh tanpa pemanis sebagai pengganti minuman manis agar kadar gula tetap lebih terkontrol.
Jika keluhan tidak membaik, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kadar gula darah secara pasti. Mengontrol konsumsi gula sejak dini merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. [Meychel Salsabyla]






