Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) Surabaya mencatatkan pencapaian gemilang dengan menuntaskan 29 tindakan operasi transplantasi kornea atau keratoplasti sepanjang bulan Januari 2026.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran krusial Cornea Donation Center (CDC) RSMU yang bersinergi dengan Bank Mata Indonesia (BMI) dalam menyediakan jaringan donor kornea bagi pasien membutuhkan.
Melalui pencapaian tersebut, RSMU semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi unggul dalam peta pelayanan kesehatan mata di Indonesia.
Kepala CDC RSMU, dr. Dini Dharmawidiarini, SpM(K), menyatakan bahwa lonjakan jumlah operasi di awal tahun ini menjadi angin segar bagi ratusan pasien yang menanti harapan untuk kembali melihat.
Kelancaran rantai pasok donor yang dikelola secara strategis menjadi faktor kunci di balik suksesnya pelaksanaan 29 operasi hanya dalam kurun waktu satu bulan.
dr. Dini menegaskan, bahwa angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari puluhan harapan penglihatan yang berhasil dipulihkan berkat kesigapan tim medis dan dukungan penuh CDC-BMI.
“Pencapaian di bulan Januari 2026 ini bukan cuma hitungan statistik, melainkan representasi dari 29 harapan penglihatan yang berhasil kami kembalikan. Serta ini merupakan hasil sinergi antara tim medis RSMU yang sigap didukung penyediaan donor dari CDC RSMU yang bekerjasama dengan BMI,” ujar dr. Dini Dharmawidiarini dalam keterangannya di Surabaya, Jumat (27/2/2026).
Menurut dr. Dini, kolaborasi erat dengan Bank Mata Indonesia Pusat di Jakarta ini memastikan proses distribusi donor berjalan cepat serta memenuhi standar medis yang sangat ketat.
Sementara, akselerasi ini juga bersifat sangat mendesak mengingat tingginya kebutuhan di Indonesia, di mana antrean resipien di CDC RSMU saja kini telah menembus angka 320 orang.
“Daftar tunggu yang panjang ini mencerminkan tingginya kasus kerusakan kornea yang membutuhkan penanganan segera di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya,” jelasnya.
Tanpa adanya percepatan prosedur, lanjut dia, hal ini bisa mengakibatkan pasien berisiko menunggu hingga bertahun-tahun dan dapat memperburuk kondisi psikologis maupun fisik hingga berujung pada kebutaan permanen.
Sebagai pusat rujukan mata tertua, RSMU sebenarnya telah memiliki rekam jejak panjang dalam prosedur keratoplasti yang dimulai sejak tahun 2016.
“Menyadari tantangan kelangkaan donor, Perhimpunan Perawatan Penderita Penyakit Mata Undaan (P4MU) mengambil langkah strategis dengan mendirikan CDC RSMU pada tahun 2020,” kata dia.
Oleh karena itu, lembaga ini hadir untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan donor melalui edukasi, sosialisasi, hingga penguatan kerja sama lintas lembaga.
“CDC RSMU dan RS Mata Undaan berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas layanan transplantasi ini di bulan-bulan mendatang, dengan harapan dapat mengikis antrian pasien secara bertahap namun pasti,” pungkasnya. (rma/ian)






