Malang (beritajatim.com) — Momen Ramadan selalu identik dengan kehadiran para pelaku UMKM kuliner yang berjualan menu berbuka puasa atau takjil. Mereka berjualan di sejumlah titik pasar takjil seperti yang terjadi di Kota Malang.
Di Kota Malang, titik-titik pasar takjil tersebar di seluruh kecamatan yang ada. Seperti di Sawojajar, Jalan Raya Sulfat, Jalan Surabaya, Jalan Soekarno – Hatta, hingga Jalan Ir Rais Gang IX yang kemarin Rabu (25/2/2026) diambil uji sampel makanan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang melalui Puskesmas Janti.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan pengambilan sampel makanan dan minuman di pasar takjil demi memastikan pedagang wajib menjaga kesehatan seluruh pembeli. Anjuran ini bersifat wajib karena kesehatan para pembeli juga menjadi prioritas. Sehingga pedagang tidak hanya berorientasi pada keuntungan belaka.
“Imbauan kami bukan hanya kepada yang mengonsumsi. Sehingga kami menganjurkan untuk menggunakan bahan yang sesuai dengan ketentuan,” kata Husnul.
Dinkes Kota Malang menjadwalkan tes sampel akan dilakukan sejak 23 hingga 26 Februari 2026 dengan melibatkan peran petugas puskesmas. Dia menyebut pengambilan dan pengujian sampel makanan dan minuman yang dijual di sejumlah lokasi pasar takjil sebagai bentuk pengawasan keamanan pangan.
“Ada promkes, kemudian juga ada sanitarian. Ini semua untuk memberikan dukungan event (pasar takjil) agar jajanan, makanan, dan minuman yang disajikan itu adalah jajanan yang sehat dan aman,” ujar Husnul.
Husnul menuturkan, pemeriksaan sampel untuk mengantisipasi adanya zat berbahaya, seperti pewarna, pemanis buatan, bahan pengenyal, atau boraks. Setiap sampel akan terlebih dahulu dilakukan proses inkubasi selama 2 x 24 jam. “Hasilnya nanti akan disampaikan,” kata Husnul. (luc/kun)






