Jakarta (beritajatim.com) – PT Pertamina (Persero) memastikan keamanan pasokan dan kualitas bahan bakar penerbangan (Avtur) tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 melalui kesiapan operasional Aviation Fuel Terminal (AFT), termasuk AFT Halim Perdanakusuma Jakarta.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, perusahaan telah melakukan langkah antisipatif dengan meningkatkan ketersediaan stok sebelum periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri dimulai.
“Untuk keamanan pasokan pada momen Ramadan dan Idulfitri, kami memastikan kondisi stok Avtur dalam posisi aman. Bahkan sebelum periode Satgas Ramadan dan Idulfitri, Pertamina mulai melakukan build-up stok, atau meningkatkan ketersediaan pasokan, sehingga seluruh kebutuhan diharapkan terpenuhi dengan baik,” kata Arya.
Selain memastikan pasokan, Pertamina juga menjamin kualitas Avtur melalui pengawasan berlapis yang dilakukan secara ketat di setiap tahapan distribusi.
“Pemeriksaan dilakukan sejak dari kilang pengolahan Pertamina, kemudian penerimaan di Aviation Fuel Terminal, selama masa penyimpanan, hingga sebelum pengisian ke pesawat udara. Seluruh tahapan itu dilaksanakan sesuai standar internasional untuk memastikan kualitas Avtur tetap prima,” ujarnya.
Aviation Fuel Terminal Manager Irine Yuliana menjelaskan, tahapan Quality Control pertama adalah Visual Appearance Check, yakni pemeriksaan Avtur secara visual untuk memastikan tidak terdapat partikel padat dan air tersuspensi melalui metode clear & bright test. Pemeriksaan visual juga dilakukan menggunakan Chemical Water Detector (CWD) untuk mendeteksi kandungan air dalam Avtur.
Selanjutnya dilakukan Control Check berupa pemeriksaan density guna mendeteksi kemungkinan kontaminasi fraksi lain, serta Membrane Test untuk mengidentifikasi kontaminan padat pada produk. Pengujian ini mendalami ada tidaknya kontaminasi benda lain dalam Avtur.
Tahap terakhir adalah Conductivity Unit untuk meninjau kemampuan bahan bakar dalam menghantarkan listrik, sebagai bagian dari standar keselamatan penerbangan.
“Pertamina selalu melaksanakan quality control dengan ketat untuk menjaga kualitas produk yang akan digunakan oleh konsumen,” jelas Irine.
Sementara itu, VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga Yosep Iswadi menyampaikan, AFT Halim merupakan salah satu dari 75 Aviation Fuel Terminal yang dikelola Pertamina secara nasional.
“Halim merupakan AFT terbesar kedua di Jawa Bagian Barat dan terbesar keenam secara nasional. Selain melayani penerbangan komersial, di Halim kami juga melayani kebutuhan khusus seperti TNI Angkatan Udara dan VVIP, dengan porsi layanan khusus lebih dari 30 persen,” kata Yosep. [hen/beq]






