Pasuruan (beritajatim.com) – Musibah tanah longsor melanda kawasan wisata Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, tepatnya di sekitar jalur menuju Penanjakan Bromo pada Rabu (25/2). Bencana ini mengakibatkan akses jalan terhambat serta menimbulkan kerugian materiil bagi para pengunjung yang sedang berada di area tersebut.
Dua titik perbukitan yakni Bukit Pakalu dan Bukit Dingklik dilaporkan mengalami guguran tanah dalam skala yang cukup besar secara bersamaan. Material tanah yang merosot tajam menutup badan jalan dan menjebak sejumlah unit kendaraan yang tengah terparkir di bawah tebing.
“Laporan yang kami terima menyebutkan ada tujuh kendaraan roda dua yang tertimbun material longsoran,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi.
Beruntung tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa alam yang terjadi di tengah cuaca ekstrem tersebut. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan evakuasi terhadap unit motor yang terpendam tanah serta membersihkan batang pohon yang tumbang.
Personel dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bersama aparat Forkopimcam Tosari telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Alat manual dan peralatan pendukung dikerahkan guna membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup total oleh gundukan tanah.
“Saat ini petugas sedang melaksanakan kegiatan evakuasi pohon-pohon yang tumbang termasuk pembersihan longsoran yang ada di sana,” jelas Sugeng.
BPBD Kabupaten Pasuruan juga segera memberangkatkan tim reaksi cepat untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap stabilitas lereng di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini diambil guna memetakan potensi longsor susulan mengingat intensitas hujan di wilayah pegunungan masih tergolong tinggi.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur rawan longsor di lereng Bromo selama cuaca buruk berlangsung. Keamanan pengunjung menjadi prioritas utama, sehingga beberapa titik rawan kemungkinan akan ditutup sementara jika kondisi dianggap membahayakan.
“Sekarang juga akan saya kirim tenaga tambahan untuk melakukan asesmen mendalam ke lokasi kejadian,” tutup Sugeng. (ada/but)






