Surabaya (beritajatim.com) – Kerusuhan besar melanda Meksiko setelah gembong kartel Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho dilaporkan tewas dalam operasi militer, memicu aksi kekerasan di sejumlah wilayah negara tersebut.
Kematian pemimpin Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG) itu disebut memantik kelompok bersenjata yang diduga bagian dari jaringan kartel untuk mengamuk. Mereka membakar kendaraan, memblokir ruas jalan utama, hingga menyerang fasilitas publik.
Sedikitnya 20 dari 32 negara bagian terdampak kekerasan, termasuk Michoacan, Jalisco, Tamaulipas, Aguascalientes, dan Guanajuato. Bank, SPBU, serta toko-toko dilaporkan menjadi sasaran serangan yang menciptakan kekacauan di berbagai titik.
Dalam rangkaian operasi dan bentrokan tersebut, sedikitnya 74 orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk 25 personel aparat keamanan.
Menanggapi situasi di negara asalnya, pemain Persebaya Surabaya, Francisco Rivera, mengaku sedih atas peristiwa yang terjadi. Ia menyayangkan citra negaranya yang kerap dikaitkan dengan kartel narkoba.
“Ini menyedihkan. Seluruh Indonesia, seluruh dunia tahu tentang Meksiko karena alasan ini (kartel narkoba),” ungkap Francisco Rivera, Rabu (25/2/2026).
“Meksiko memiliki banyak hal baik. Saya tidak suka orang hanya tahu tentang mafia. Meksiko jauh lebih baik dari ini,” tambahnya.
Mantan pemain Madura United itu juga mengungkapkan kekhawatiran masyarakat atas situasi keamanan yang belum sepenuhnya kondusif. Ia berharap kondisi segera dipulihkan agar warga dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Mereka takut, keluarga-keluarga, seluruh negeri takut sesuatu akan terjadi. Saya harap mereka dapat memperbaikinya dengan cepat,” tutup Rivera. [way/beq]






