Malang (beritajatim.com) – Untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang naik di awal bulan Ramadan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama bulan Ramadan di 34 titik.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan GPM digelar dengan kolaborasi melibatkan sejumlah mitra. Mulai dari Bank Indonesia, Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) dan sejumlah mitra Dispangtan Kota Malang.
“Jadwal sudah kami susun selama bulan ramadan untuk GPM,” kata Slamet.
Di GPM sejumlah kebutuhan pokok dijual sebagai upaya stabilisasi harga bahan pokok. Diantaranya, beras premium, minyak goreng, tepung, telur ayam, kecap, gula, garam hingga mie instan.
“Ada kenaikan harga telur ayam tapi masih terkendali tidak signifikan. Biasanya nanti ketika banyak produk masuk harga akan terkendali dan landai,” ujar Slamet.
Dispangtan sendiri memprediksi harga akan kembali normal dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, selain gerakan pangan murah Pemkot Malang terus melakukan sejumlah strategi salah satunya bekerjasama dengan daerah lain untuk mendatangkan produk pertanian dan peternakan.
“Kami prediksi dalam sepekan akan normal semua. Karena selain GPM ada dari Diskopindag, TPID, Pemkot Malang akan bekerjasama mendatangkan produk pertanian dan peternakan dari daerah lain,” kata Slamet.
Untuk GPM rutin digelar di Kantor Kecamatan dan Kantor Kelurahan yang tersebar di Kota Malang sesuai jadwal. Warga juga dapat mengikuti informasi tempat GPM dengan mengunjungi kantor kecamatan atau kelurahan terdekat atau memantau akun media sosial Dispangtan Kota Malang. (luc/ian)






