Pamekasan (beritajatim.com) – Persepam Pamekasan, secara resmi menyandang status sebagai juara Liga 4 bertajuk Piala Gubernur Jatim 2025-2026, pasca mengalahkan Pasuruan United 5-3 melalui eksekusi penalti pada babak grand final di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (15/2/2026).
Status tersebut sekaligus memastikan tim kebanggaan masyarakat Pamekasan, berjuluk Laskar Ronggosukowati, menjadi satu dari empat tim asal Jawa Timur, yang akan berlaga pada ajang nasional kompetisi amatir yang familiar disebut Liga Nusantara alias Linus.
Tiga tim lainnya yang memastikan diri berlaga pada ajang tingkat nasional, masing-masing Pasuruan United yang tampil sebagai runner up, disusul Persid Jember sebagai juara ketiga, serta Persinga Ngawi.
Perjalanan Menuju Gelar
Persepam Pamekasan memulai babak penyisihan grup dengan menyandang status sebagai tuan rumah. Pada babak penyisihan tersebut, mereka tergabung di Grup J bersama tiga tim berbeda, yakni Unesa FC, Banteng Jatim FC, dan Perssu Madura City Sumenep.
Dalam fase tersebut, Persepam berhasil sapu bersih poin berkat kemenangan 1-0 dari Unesa FC pada laga pembuka, mengalahkan Banteng Jatim FC dengan skor 3-0, serta membantai Perssu Madura City dengan skor telak 4 gol tanpa balas pada laga pamungkas penyisihan grup. Sekaligus mencatatkan diri sebagai tim tidak terkalahkan dan memastikan diri melaju ke fase 32 besar dengan status juara grup.
Pada babak 32 besar, mereka kembali terpilih sebagai tuan rumah dan tergabung di Grup FF bersama tiga tim lainnya, yakni AC Majapahit, Persekam Kabupaten Malang, serta PSSS Situbondo.
Pada fase tersebut, Persepam berhasil mengalahkan PSSS Situbondo dengan skor tipis 2-1 pada laga perdana, laga kedua kembali menang dengan skor tipis 1-0 dari Persekam Kabupaten Malang, serta bermain imbang tanpa gol melawan AC Majapahit pada laga pamungkas. Hasil tersebut membuat Persepam mengoleksi 6 poin dan mengunci posisi puncak klasemen, sekaligus memastikan diri melaju ke fase 16 besar.
Pada babak 16 besar Liga 4, Persepam Pamekasan tergabung di Grup JJ bersama Pasuruan United, Persema Malang, dan Unesa FC. Sekaligus memastikan untuk pertama kalinya mereka bermain di luar kandang, yakni di Stadion R Soedarsono, dan Stadion Untung Surapati, Pasuruan.
Pada fase tersebut, Persepam berhasil mengoleksi 6 poin berkat hasil kemenangan 4-0 dari Persema Malang, bermain imbang 1-1 lawan Unesa FC, serta imbang 3-3 melawan tuan rumah Pasuruan United pada laga pamungkas, sekaligus memastikan mereka melaju ke babak 8 besar.
Pada Babak 8 Besar Liga 4 Piala Gubernur Jatim 2025-2026, Persepam tergabung di Grup NN bersama tiga tim asal Jatim lainnya, masing-masing Persenga Nganjuk, Triple’s Kediri, serta Persid Jember.
Pada fase yang digelar di Stadion Anjuk Ladang, Nganjuk, Persepam mengalahkan tuan rumah Persinga Nganjuk, dengan skor 1-3, mengalahkan Triple’s Kediri 2-1, serta bermain imbang 2-2 menghadapi Persid Jember. Selanjutnya melakukan ke babak semifinal yang kembali digelar di SGMRP Pamekasan.
Pada babak semifinal Liga 4 Piala Gubernur Jatim 2025-2026, Persepam berhasil mengalahkan Persinga Ngawi dengan skor tipis 0-1 dan memastikan diri melaju ke babak final menghadapi Pasuruan United, dan pada akhirnya mereka berhasil mengunci gelar berkat kemenangan 5-3 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal, sekaligus mengunci gelar sebagai juara.
Noda Dibalik Euforia Tim Juara
Langkah mulus Persepam dari babak penyisihan grup hingga menyandang status sebagai juara kompetisi, justru berbanding terbalik dengan beragam informasi minor khususnya berkenaan dengan kondisi non teknis tim, beberapa di antaranya berkenaan dengan persoalan hak pemain maupun tim pelatih yang belum sepenuhnya terpenuhi, sekalipun mereka secara resmi menyandang status sebagai tim juara.
Bahkan beberapa pemain maupun pelatih mulai mempertanyakan keseriusan pihak manajemen Persepam terhadap hak mereka, sekalipun kewajiban berupa komitmen dan dedikasi sudah diberikan dengan penuh tanggungjawab hingga membuat tim kebanggaan masyarakat Pamelingan Pamekasan, bangga atas status sebagai tim juara.
Padahal langkah Persepam untuk naik menuju kasta berikutnya relatif masih panjang, di mana mereka masih harus menjalani beragam rangkaian pertandingan pada level nasional. Bahkan tidak menutup kemungkinan, kondisi tersebut justru akan melemahkan motivasi pemain maupun pelatih untuk membawa Persepam naik kasta.
Informasi yang dihimpun beritajatim.com, beberapa pemain mulai mengeluhkan komitmen dan keseriusan manajemen terhadap nasib mereka yang sudah bekerja ekstra memberikan yang terbaik bagi tim. Memang kondisi tersebut hanya sebatas persoalan non teknis, tapi bisa saja berdampak pada performa tim pada laga-laga berikutnya yang tentunya akan semakin kompetitif.
Selain itu, beberapa tanggungjawab yang semestinya menjadi otoritas penuh manajemen, saat ini justru terkesan dilimpahkan kepada pemain dan membuat situasi tersebut semakin memprihatinkan. Terlebih sebagian pemain justru meresa tidak dianggap seiring dengan hak mereka yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Sementara pihak manajemen mengklaim jika seluruh hak pemain sudah sepenuhnya terpenuhi, termasuk persoalan gaji maupun bonus. Hanya saja, suara sumbang tersebut mengesankan adanya potensi ketidakwajaran di dalam tubuh Persepam sebagai sebuah tim. [pin/kun]






