Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mendorong Pemerintah Kota Surabaya menambah sumber daya manusia khususnya guru bidang inklusi di sekolah dasar. Dia menilai kebutuhan tenaga pendidik yang kompeten menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.
“Kami berharap adanya penambahan sumber daya manusia khusus untuk guru bidang inklusi di SD-SD yang ada di Surabaya. Kalau memang ada keterbatasan anggaran dan SDM, minimal berikan pelatihan peningkatan kompetensi agar pelayanan kepada anak-anak bisa lebih maksimal,” kata Cahyo, Selasa (24/2/2026).
Ketua DPC Gerindra Surabaya ini menyebut layanan pendidikan inklusi di sejumlah SD sejauh ini sudah berjalan cukup baik. Namun, dukungan tambahan dari pemerintah tetap dibutuhkan agar proses pembelajaran semakin optimal dan merata.
“Sekarang sudah baik, tetapi agar lebih maksimal lagi, pemerintah perlu memberikan stimulus yang lebih kepada guru-guru kita agar semakin semangat memberikan yang terbaik bagi generasi penerus,” ujar politisi muda ini.
Cahyo menjelaskan, keberadaan guru inklusi sangat berperan dalam menunjang tumbuh kembang kognitif siswa. Selain itu, dukungan lingkungan sekolah dan teman sebaya juga menjadi faktor penting dalam menciptakan proses belajar yang inklusif dan kondusif.
Dia menegaskan, sekolah inklusi berbeda dengan Sekolah Luar Biasa karena tetap menerima siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus dalam satu lingkungan belajar yang sama. Karena itu, kebutuhan tenaga pendidik dengan kompetensi khusus menjadi semakin krusial.
Dia berharap Pemerintah Kota Surabaya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat memperkuat sinergi dalam mendukung sekolah inklusi. Dia menilai penyediaan guru yang memadai akan berdampak langsung pada kualitas pendidikan anak-anak.
“Kami ingin pendidikan inklusi di Surabaya benar-benar kuat dari sisi SDM. Dengan dukungan yang serius dari pemerintah kota dan provinsi, anak-anak berkebutuhan khusus bisa mendapatkan hak belajar yang setara dan berkualitas,” pungkasnya. [asg/but]






