Surabaya (beritajatim.com)– Selama Ramadan berlangsung, siwak kembali banyak digunakan sebagai cara
praktis menjaga kebersihan mulut.
Alat pembersih gigi tradisional dari batang pohon arak (Salvadora persica) ini tidak hanya dikenal karena manfaat kesehatannya, tetapi juga karena nilai ibadah yang melekat dalam penggunaannya.
Sejak masa awal Islam, siwak menjadi bagian dari kebiasaan harian Nabi Muhammad. Penggunaannya dianjurkan sebelum shalat, setelah bangun tidur, sebelum membaca Al-Qur’an, serta pada momen-momen penting yang berkaitan dengan kebersihan diri.
Dalam tradisi Islam, menjaga kebersihan mulut dipandang sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah sekaligus bentuk kepedulian terhadap kesehatan.
Dari sisi ilmiah, siwak juga menarik perhatian dunia medis. Batang siwak mengandung berbagai senyawa alami seperti silika yang membantu membersihkan noda gigi, tanin yang memperkuat gusi, fluorida alami untuk mencegah karies, serta zat antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan kuman penyebab plak.
Kombinasi kandungan ini membuat siwak tidak hanya bekerja secara mekanis seperti sikat gigi, tetapi juga memberikan perlindungan kimiawi alami pada rongga mulut.
Selama berpuasa, produksi air liur cenderung berkurang sehingga mulut lebih mudah kering dan berbau. Siwak menjadi solusi sederhana karena dapat digunakan tanpa pasta gigi dan tidak membatalkan puasa selama tidak menelan serpihan batangnya. Karena itu, banyak umat Muslim menjadikannya bagian dari rutinitas kebersihan mulut dan gigi Ramadan.
Agar manfaatnya optimal, siwak perlu digunakan dengan cara yang tepat:
1. Kupas ujung batang sekitar 1 cm lalu kunyah hingga membentuk serat seperti
sikat.
2. Sikat gigi dengan gerakan lembut dari arah gusi menuju gigi serta Gerakan memutar kecil pada permukaan kunyah.
3. Bilas ujung siwak setelah digunakan dan simpan di tempat bersih. Jika serat
mulai rusak, potong ujungnya dan gunakan bagian baru.
Meski alami, penggunaan siwak tetap perlu dilakukan dengan lembut agar tidak melukai gusi. Perawatan rutin yang benar dapat membantu menjaga kesehatan gigi sekaligus memberikan kesegaran napas sepanjang hari.
Lebih dari sekadar alat kebersihan, siwak mencerminkan perpaduan antara
kesehatan dan spiritualitas.
Di bulan Ramadan, praktik sederhana ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan diri bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari ibadah yang bernilai pahala. [Meychel Salsabyla]






