Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang kakek berusia lanjut di Kabupaten Bojonegoro ditemukan meninggal dunia di lokasi yang tak diduga. Puyo (82), warga Desa Ngantru, Kecamatan Ngasem, harus menghembuskan napas terakhirnya di area persawahan bawah jembatan desa setempat, dan baru diketahui pada Minggu (22/2/2026) pagi.
Peristiwa nahas ini terjadi setelah korban menjalankan ibadah salat tarawih. Menurut keterangan keluarga, Sabtu (21/2/2026) malam usai tarawih, korban sempat mengunjungi rumah anaknya yang masih satu desa. Sekitar pukul 21.30 WIB, sang kakek berpamitan untuk kembali ke kediamannya.
Namun, rencana tersebut tak pernah sampai ke tujuan. Keesokan paginya, seorang tetangga bernama Subiyati dikejutkan dengan penemuan sesosok tubuh tergeletak di area persawahan. Saat didekati sekitar pukul 05.30 WIB, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Kapolsek Ngasem, Iptu Mujianto, membenarkan adanya laporan penemuan mayat tersebut. “Korban atas nama Puyo, usia 82 tahun, warga Desa Ngantru,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Ngasem, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. “Korban murni meninggal karena sakit,” tegas Iptu Mujianto.
Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan pihak keluarga yang menyebut bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Di usianya yang senja, kondisi kesehatannya kerap kali menurun.
“Setelah dievakuasi, jenazah langsung kami serahkan ke pihak keluarga. Keluarga sudah ikhlas dan menganggap ini sebagai musibah, mereka juga tidak menghendaki autopsi,” imbuh Kapolsek.
Jenazah korban ditemukan dengan ciri-ciri mengenakan kemeja lengan pendek kotak-kotak, celana pendek kolor cokelat, sarung motif cokelat-putih-hitam, serta peci hitam. Hingga berita ini diturunkan, korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman desa setempat. [lus/suf]






