Bondowoso (beritajatim.com) – Sebuah video yang diunggah akun Facebook Iriyanto Yanto di grup FB Pasar Online Tamanan pada Jumat (20/2/2026) viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut tertulis keterangan, “Korban begal di pilar arah Tamanan–Maesan, kurang jelas orang mana hanya bantu share saja supaya lebih berhati-hati.”
Video berdurasi 49 detik itu memperlihatkan seorang remaja mengenakan baju hitam dengan sejumlah luka lecet di bagian bahu dan pelipis kepala. Remaja tersebut dikerubungi warga, termasuk seorang perempuan yang berbicara dalam Bahasa Madura.
Dalam percakapan yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, perempuan itu menyebut remaja bernama Alfin sebagai korban begal. “Korban begal inilah. Alfin, ya Allah. Ini luka semua. Disenggol katanya,” ucap perempuan tersebut.
Alfin kemudian menjawab, “Saya berkendara kencang terus tersenggol.” Perempuan itu kembali menimpali, “Untung gak diambil motornya.”
Unggahan tersebut pun memicu kekhawatiran warga terkait dugaan aksi begal di wilayah Tamanan–Maesan, Kabupaten Bondowoso. Namun, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar.
Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Boby Dwi Siswanto, menyatakan bahwa remaja dalam video telah membuat klarifikasi terkait kejadian yang sebenarnya. “Pelaku sudah membuat video klarifikasi terkait video yang viral,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono, menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoaks. “Hoaks, mas. Sudah ada klarifikasinya,” tegasnya.
Dalam video klarifikasi berdurasi 1 menit 7 detik, Alfin Febriyanto menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah membuat video yang menyebut dirinya sebagai korban begal dan tidak mengetahui siapa yang merekam serta menyebarkannya.
“Bahwa tidak benar saya menjadi korban begal dan yang sebenarnya terjadi adalah saya hanya terjatuh dengan sendirinya dikarenakan jalan yang cukup gelap dan berlubang,” ujar Alfin dalam pernyataannya.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut dirinya sebagai korban begal adalah tidak benar alias hoaks.
Saat proses konfirmasi, video di FB tersebut terpantau telah ribuan kali dilihat, mendapatkan ratusan like dan puluhan komentar. Namun saat berita ini ditulis, videonya sudah terhapus. [awi/suf]







1 Komentar
Mending belajar jadi Youtuber di kampung Youtuber Tapen Bondowoso milik mas Imam Januar. Bisa mengangkat ekonomi keluarga dan daerah Bondowoso.