Madiun (beritajatim.com) – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah toko (ruko) dua lantai di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, pada Kamis (19/2/2026) pagi. Insiden ini menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya, termasuk satu unit mobil Mitsubishi Pajero Sport yang terparkir di lokasi hingga hanya menyisakan kerangka besi.
Peristiwa memilukan tersebut diduga kuat dipicu oleh arus pendek listrik pada mesin pompa bensin eceran (pertamini) di dalam ruko milik Tanem (60). Kobaran api menjalar dengan sangat cepat, melahap struktur bangunan ruko dan kendaraan mewah yang tak sempat diselamatkan oleh pemiliknya.
Kepala Desa Sidorejo, Ana Setyawati, mengonfirmasi bahwa dugaan sementara penyebab amukan si jago merah adalah adanya korsleting pada instalasi listrik. Faktor teknis pasca pengisian bahan bakar diduga menjadi titik awal munculnya percikan api yang fatal.
“Informasi yang kami terima, awalnya terdengar suara percikan. Diduga ada kelalaian saat penggunaan listrik setelah pengisian, sehingga memicu korsleting,” ujar Ana Setyawati saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Menurut penuturan Ana, api sulit dikendalikan karena material di dalam ruko sangat mudah terbakar, seperti stok oli, jerigen BBM, hingga tabung gas LPG. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, namun mereka terpaksa mundur demi keselamatan jiwa karena risiko ledakan tabung gas.
“Sempat ada warga yang mencoba memadamkan saat api masih kecil, tetapi mereka mundur karena khawatir dengan keberadaan tabung gas di dalam,” tambahnya.

Beruntung, pemilik ruko yakni Tanem (60) bersama seorang anggota keluarganya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat sebelum api mengepung seluruh ruangan. Meski tidak ada korban jiwa, dampak material dari musibah ini sangat besar mengingat ruko tersebut merupakan pusat usaha harian.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, menyatakan pihaknya mengerahkan total empat unit armada pemadam. Bantuan tambahan didatangkan dari tiga pos damkar berbeda guna memastikan api tidak merambat ke pemukiman penduduk yang padat.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak dan fokus mencegah api merambat ke bangunan sekitar. Tidak ada kendala berarti selama proses pemadaman,” jelas Andy Koerniawan terkait teknis operasional di lapangan.
Proses pemadaman berlangsung intensif selama satu jam hingga api pokok berhasil dijinakkan sekitar pukul 11.30 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap pembasahan. Area reruntuhan ruko kini telah dipasangi garis polisi oleh aparat berwenang guna mensterilkan lokasi dari kerumunan warga yang penasaran.
Akibat bencana ini, kerugian pemilik ruko ditaksir mencapai angka miliaran rupiah mengingat nilai bangunan, stok barang dagangan, serta aset kendaraan yang ludes. Saat ini, Unit Satreskrim Polres Madiun masih melakukan pendataan dan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. [rbr/beq]






