Bondowoso (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi (MBG) di Kelurahan Badean, Kabupaten Bondowoso, terbukti efektif meningkatkan berat badan balita penerima manfaat sejak diluncurkan pada 22 Januari 2026. Intervensi gizi rutin yang menyasar RT 24, 28, 29, dan 32 di wilayah RW 4 ini menunjukkan tren positif melalui pemantauan timbangan berkala.
Ahli Gizi SPPG Bondowoso Badean 2, Nabila Nadiratul, menjelaskan bahwa penyusunan menu harian mengacu pada petunjuk teknis dengan komposisi nutrisi yang seimbang. Setiap paket distribusi mencakup energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat yang disesuaikan dengan standar kebutuhan kelompok usia.
Sistem pembagian makanan di lapangan terdiri dari satu menu basah dan dua menu kering untuk memastikan kesinambungan konsumsi warga. “Porsi besar 35 persen dari kebutuhan harian, porsi kecil 25 persen untuk satu kali makan. Dalam sehari normalnya tiga kali makan, belum termasuk selingan,” ujar Nabila pada Kamis (19/2/2026).
Porsi kecil dikhususkan bagi balita, sementara porsi besar diberikan kepada ibu hamil serta ibu menyusui sebagai dukungan nutrisi tambahan. Saat ini, Posyandu Balita Mawar 2 melayani satu ibu hamil, satu kader, dan 14 balita yang masuk dalam daftar penerima manfaat tetap.
Total penerima manfaat untuk wilayah operasional Badean 2 mencakup 29 orang yang tersebar di unit layanan Posyandu Mawar 1 dan Mawar 2. Rincian data tersebut terdiri dari tiga ibu hamil, dua kader pendamping, serta 24 balita yang mendapatkan intervensi gizi harian secara intensif.
Variasi menu menjadi kunci utama agar asupan makanan tetap diminati oleh anak-anak dan tidak menimbulkan kebosanan saat dikonsumsi. Pada hari Senin, menu basah menyajikan nasi goreng, ayam krispi, tempe goreng, dan acar hingga buah naga segar untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien.
Pola distribusi dilakukan secara rapel sesuai juknis demi menjaga efisiensi logistik sekaligus memastikan ketersediaan stok makanan di tingkat keluarga. Menu untuk periode Senin hingga Rabu dibagikan serentak pada hari Senin, sedangkan paket Kamis hingga Sabtu didistribusikan setiap Kamis pagi.
Kader Posyandu Mawar 2, Latifah Apriliana, mengungkapkan bahwa kehadiran program MBG sangat membantu meringankan beban pemenuhan gizi keluarga di lingkungannya. Antusiasme balita meningkat drastis, terutama saat jadwal pembagian susu mingguan tiba karena anak-anak sangat menggemari asupan tambahan tersebut.
“Dengan MBG ini sangat membantu menambah berat badan balita. Sekarang kalau saya datang, mereka sudah menunggu di depan rumah. Antusias sekali, apalagi kalau ada susunya,” kata Latifah menjelaskan kondisi riil di lapangan.
Hasil penimbangan pada 14 Februari lalu memperlihatkan tren kenaikan berat badan yang konsisten pada mayoritas balita peserta program. Keberhasilan ini didukung oleh pemilihan menu yang sesuai dengan selera anak-anak sehingga jatah makanan yang diberikan selalu habis dikonsumsi.
Intervensi gizi yang rutin dan terukur ini membuktikan bahwa standar asupan harian yang tepat mampu mempercepat pertumbuhan fisik anak secara signifikan. Angka pada timbangan kini menjadi indikator keberhasilan nyata bagi pembangunan kualitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput Kabupaten Bondowoso. [awi/beq]






