Lumajang (beritajatim.com) – Sebuah kafe di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Magnolia Coffee and Space, baru-baru ini meluncurkan sebuah menu spesial bernama MBG (Menu Berbagi untuk Guru), yang memiliki tujuan mulia untuk membantu kesejahteraan guru honorer di daerah tersebut.
Program ini mengadaptasi konsep Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah, namun dengan perbedaan sasaran penerima manfaat, yakni para guru honorer yang memiliki penghasilan rendah.
Menu MBG yang disajikan di kafe ini memiliki tampilan yang mirip dengan program MBG bagi siswa sekolah, yaitu disajikan dalam wadah ompreng logam stainless steel. Meskipun demikian, kafe ini memiliki berbagai varian menu MBG yang berbeda setiap harinya, memberikan variasi bagi para pengunjung yang ingin menikmati hidangan tersebut.
Program ini tidak hanya mendapat respon positif dari kalangan pengunjung kafe, namun juga menjadi pembicaraan di media sosial. Retno, salah seorang pelanggan yang menikmati menu MBG, menyatakan rasa penasaran terhadap program MBG pemerintah yang dulu tidak ada saat dirinya bersekolah.
“Karena penasaran sama MBG, soalnya dulu waktu saya sekolah itu tidak ada MBG. Jadinya, sekarang saya cobain ternyata enak, menunya lengkap. Isinya nasi, ada ciken katsu, ada telurnya. Ada susu dan buah anggurnya juga,” ujar Retno, Selasa (17/2/2026).
Retno juga menambahkan bahwa selain menikmati hidangan yang enak, dia merasa bangga bisa ikut berkontribusi membantu kesejahteraan guru honorer melalui program MBG ini. “Jadi, tertarik itu karena selain harganya cukup terjangkau, Rp 5ribunya itu masih disisihkan untuk guru honorer untuk didonasikan,” lanjutnya.
Khoirul Mahmud Al Yahfi, pengelola Magnolia Coffee and Space, menjelaskan bahwa menu MBG di kafe mereka memang terinspirasi oleh program serupa yang dilaksanakan oleh pemerintah. Namun, fokus mereka kali ini adalah untuk membantu guru honorer yang berpenghasilan rendah.

“Sebenarnya kita terinspirasi ya dari apa yang sudah dilakukan pemerintah. Inikan hal positif, tapi kita fokusnya ke hal yang lain. MBG yang coba kita ciptakan itu, pada akhirnya tujuan nya adalah untuk membantu kesejahteraan guru (honorer),” jelas Yahfi.
Setiap porsi MBG yang dijual seharga Rp25 ribu ini, sebanyak Rp5 ribu akan disisihkan untuk didonasikan kepada guru honorer di Lumajang. Donasi ini disalurkan setiap minggu kepada guru honorer yang memang membutuhkan, dengan survei dan pemantauan yang dilakukan oleh tim pengelola kafe.
“Donasi disalurkan di periode seminggu sekali ke beberapa tempat oleh tim kita yang sudah disurvei dan layak untuk mendapat bantuan ini,” ungkap Yahfi.
Program ini semakin menarik perhatian karena tidak hanya menyuguhkan hidangan yang lezat dan bergizi, namun juga memberikan dampak positif bagi kalangan yang kurang beruntung di Lumajang.
Seiring dengan berkembangnya kesadaran sosial, program MBG di Magnolia Coffee and Space dapat menjadi contoh nyata kontribusi dunia usaha untuk kesejahteraan masyarakat, terutama bagi para guru honorer yang sering kali terabaikan. [has/suf]






