Lumajang (beritajatim.com) – Sekertaris Daerah (Sekda) Lumajang Agus Triyono, mengeluhkan terkait pencemaran diduga limbah dapur makan bergizi gratis (MBG) di jalan Alun-alun utara yang sampai ke rumah dinasnya.
Diketahui, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum MBG yang dikeluhkan itu merupakan milik institusi Kepolisian Resor (Polres) Lumajang, Jawa Timur.
Agus menyebut, dapur yang bermitra dengan Yayasan Kemala Bhayangkari tersebut sudah beroperasi kurang lebih selama 2 minggu.
“Jadi, kalau melihat dari banner atau papan nama yang dipasang, SPPG di jalan-jalan Alun-alun utara ini di situ tertulis SPPG nya Polres Lumajang,” terang Agus, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, sejak beberapa hari terakhir limbah cair yang berasal dari dapur MBG mulai masuk dan mengendap di saluran irigasi halaman rumahnya.
“Saya menemukan limbah air yang memasuki ke halaman rumah saya, kebetulan di halaman rumah dinas itu ada saluran air yang bukan saluran air aktif. Sudah 2-3 hari ini bau dan menggenang di depan rumah,” tambah Agus.
Agus mengaku, sudah menyampaikan keluhan terkait limbah cair MBG tersebut ke pihak pengelola SPPG agar segera ditindaklanjuti.
“Sebagai aparatur negara saya masih mentolerir untuk perbaikan 7 hari ke depan. Meskipun setiap hari saya sudah terganggu. Jadi, melebihi 7 hari maka saya akan tutup saluran air yang mengarah ke rumah saya,” ucapnya.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menyampaikan, pihaknya sudah mengambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan bersama pihak Dinas PUTR dan DLH Lumajang.
Suprapto mengaku, limbah cair yang meluap sampai ke saluran irigasi rumah dinas sekda belum bisa dipastikan berasal dari MBG Polres Lumajang.
“Untuk masalah limbah yang dikeluhkan, kami sudah melaksanakan pengecekan. Jadi belum bisa dipastikan kalau itu limbah dari SPPG,” ungkap Suprapto. (has/ted)






