Gresik (beritajatim.com) — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik (MUI Gresik) mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh perusahaan dan pelaku usaha agar menyiapkan fasilitas ibadah yang layak serta mengatur jam kerja karyawan selama bulan puasa.
Imbauan tersebut tertuang dalam taushiyah resmi yang diterbitkan menjelang Ramadan. Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan kerja yang ramah ibadah dan mendukung karyawan muslim menjalankan puasa dengan nyaman.
Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, menegaskan perusahaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan kebutuhan spiritual karyawan.
“Perusahaan hendaknya menyediakan tempat ibadah yang memadai, seperti musala atau masjid beserta fasilitas pendukungnya. Ini penting agar karyawan dapat menjalankan ibadah dengan tenang di sela aktivitas kerja,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Selain penyediaan musala, MUI Gresik juga meminta perusahaan mengatur jam kerja karyawan yang berpuasa. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan melalui pengurangan jam kerja, fleksibilitas waktu masuk dan pulang, maupun penambahan waktu istirahat.
Menurut Kiai Rofiq, kebijakan tersebut bukan sekadar toleransi, melainkan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan spiritual pekerja.
“Keringanan jam kerja bagi karyawan yang berpuasa merupakan wujud saling menghormati dan kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan lahir dan batin pekerja,” ungkapnya.
Tak hanya perusahaan industri, MUI Gresik juga mengimbau pelaku usaha seperti restoran, rumah makan, dan warung untuk menghormati umat Islam yang berpuasa dengan menyesuaikan operasional di siang hari.
Selain itu, pemerintah daerah diminta turut menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat selama Ramadan 2026.
MUI Gresik berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari dunia usaha hingga pengurus masjid dan musala, dapat berkolaborasi menciptakan suasana Ramadan yang kondusif, penuh kekhusyukan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Dengan dukungan lingkungan kerja yang ramah ibadah dan kebijakan yang berpihak pada karyawan berpuasa, Ramadan 1447 H diharapkan menjadi momentum peningkatan keimanan sekaligus tetap menjaga produktivitas kerja. [dny/kun]






