Mojokerto (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto berkomitmen melakukan transformasi layanan kemanusiaan dengan mengadaptasi perkembangan teknologi informasi guna menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis. Salah satunya dengan menyiapkan Klinik Pratama.
Upaya ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap terukur, cepat, dan responsif. Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Mojokerto sekaligus Ketua PMI Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka Musyawarah Kerja (Musker) II PMI Kota Mojokerto di Aula Kantor PMI, Sabtu (14/2/2026).
“Tugas PMI adalah tugas kemanusiaan. Dalam mengemban amanah ini, kita harus mampu menjaga konsistensi komitmen, namun di sisi lain wajib mengikuti perkembangan zaman. Teknologi informasi saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh sektor kehidupan,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, Ning Ita (sapaan akrab, red) juga memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 yang menunjukkan peningkatan efektivitas layanan. PMI Kota Mojokerto berhasil melayani 18.422 kantong darah selama setahun terakhir. Layanan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam wilayah Kota Mojokerto.
“Tetapi juga menjangkau daerah sekitar seperti Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, Surabaya, hingga Malang. Ini adalah pencapaian luar biasa. Ketika ada permintaan, kita tidak boleh menolak karena ini adalah tugas kemanusiaan. Cakupan layanan kita melampaui batas administratif kota,” ujarnya.
Selain layanan darah, kinerja ambulans gawat darurat PMI juga menjadi perhatian. Sepanjang 2025, tim relawan merespons 1.668 panggilan darurat selama 24 jam penuh setiap hari. Secara keseluruhan, sebanyak 2.073 jiwa menerima manfaat langsung dari berbagai layanan kemanusiaan di luar ambulans.
Memasuki periode anggaran 2026–2029, PMI Kota Mojokerto menargetkan penguatan sarana dan prasarana. Salah satu rencana strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan Klinik Pratama PMI Kota Mojokerto. Lokasi markas PMI yang berada di pusat kota dinilai sangat strategis untuk menyediakan layanan kesehatan tingkat pertama.
“Evaluasi kinerja 2024–2025 akan kita jadikan dasar untuk merumuskan program kerja yang lebih terperinci. Kita ingin kemanfaatan PMI semakin dirasakan luas oleh masyarakat,” tutur orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini.
Sementara itu, Sekretaris PMI Kota Mojokerto, Ayuhannafiq menjelaskan, bahwa Musker II merupakan forum penting untuk membahas evaluasi program tahun sebelumnya, penetapan Rencana Anggaran Biaya (RAB) tahun berjalan, serta perumusan kebijakan strategis organisasi ke depan.
Kegiatan yang dihadiri pengurus, Dewan Kehormatan, dan perwakilan relawan tersebut diharapkan menghasilkan keputusan yang mampu memperkuat PMI sebagai garda terdepan penanganan sosial dan kebencanaan di Kota Mojokerto. [tin/ian]






