Malang (beritajatim.com) – Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib mengaku belum mengetahui perkembangan terkini rencana pembangunan jalan tol Malang – Kepanjen.
Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Musyawarah Olahraga Kabupaten Malang Luar Biasa (Musorkablub) KONI di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Sabtu (14/2/2026) siang.
“Progres jalan tol Malang – Kepanjen sedang di ikhtiyarkan. Peluangnya saya kira fifty fifty,” tegas Lathifah.
Mantan Anggota DPR RI itu melanjutkan, kemarin Kadis PUPR, Bapenda dan OPD terkait di Kabupaten Malang sudah melakukan presentasi ke Jakarta terkait pembangunan jalan tol.
“Kemungkinan saat ini masih dalam tahap penilaian ya,” ujarnya.
Ditanya apakah sudah ada pembebasan lahan, Lathifah mengaku mungkin saja sudah dilakukan. “Terkait itu, pembebasan lahan tahapannya mungkin sudah dilakukan itu,” bebernya.
Lathifah bilang, investor yang ingin masuk ke Kabupaten Malang sejauh ini memang belum teridentifikasi. Hanya saja, mereka pasti sudah mempunyai ujibilitas sendiri.
“Kalau saya kemarin dengar dari Cina sudah mau masuk. Wait and see, karena informasi lahan yang melewati Kota Malang, mahal, sangat mahal. Sehingga itu jadi pertimbangan. Gak tahu rencana Pemkab Malang seperti semula, ada pergeseran atau tidak, saya belum tahu secara pasti,” terangnya.
Terpisah, Koordinator Pro Desa Ahmad Khusaeri menjelaskan, sejauh ini site plane jalan Tol Malang – Kepanjen sesuai permintaan Bupati Malang exit tol berada di wilayah Gondanglegi. Hanya saja, titik mana exit tolnya juga belum diputuskan.
“Kalau exit tolnya belum di putuskan, ya jalur ini kan belum ada. Berarti jalur mana yang dibebaskan atau titik tanah mana belum ada,” ucapnya.
Khusaeri menambahkan, dirinya melihat ada tarik ulur spekulan tanah dalam proyek jalan tol Malang – Kepanjen.
“Para spekulan tanah ini saling melobi, saling punya kepentingan. Sehingga terjadi tarik ulur. Kami mencium para spekulan tanah mulai bergerak,” tegasnya.
Masih kata Khusaeri, kepastian jalan tol Malang – Kepanjen memang fight di tahun 2027. Hanya saja, saat ini terjadi lobi lobi.
“Saya kira harga tanah akan jauh lebih mahal, bahwa sesuai prosentase nilai investasi yang disampaikan Presiden Jokowi ketika itu hanya 3 persen, mestinya bisa sampai 5 persen,” Khusaeri mengakhiri. (yog/ian)







4 Komentar
ruwet mbulet bertele-tele mengulur waktu menunda-nunda melulu sejak tahun 2019 cuma wacana angin surga dengan berbagai dalih alasan pembenaran ternyata di joko bohong dusta ngibul belaka
ruwet mbulet bertele-tele kena PHP melulu
jalan tol di jaman presiden Jokowi adalah yg terbaik, setelah masa jabatan berakhir semua jln tol bisa di nikmati masyarakat sampai exit kota Malang.
sekarang tunggu gebrakan P Prabowo untuk melanjutkan tol Malang – Kepanjen.
netizen yang koplak dan goblok kok menyalahkan Bpk Jokowi. prestasi netizen koplak ODGJ itu tunjukkan jgn cuma koar2 mulut busuk.
ruwet mbulet untumu sing mambu batang iku ta