Surabaya (beritajatim.com) – Sepanjang awal tahun 2026 bulan Januari, 43 ular dilaporkan masuk ke pemukiman warga Kota Surabaya.
Laporan warga terkait ular masuk ke pemukiman ini meningkat signifikan, bersamaan saat musim hujan tiba.
BPBD Kota Surabaya menyampaikan, ada banyak faktor yang mengakibatkan ular-ular ini kemudian masuk ke pemukiman warga. Di antaranya adalah karena habitatnya yang terendam air, dan mangsa ular yang sudah jarang ditemukan ketika hujan.
“Mangsa ular berupa hewan tikus pada lari ke got, dikejar lah ke got, masuk ke perumahan. Makanya ada ular yang ditemukan ke rumah, ada yang di plafon, di kamar mandi. Karena mengejar mangsa tadi,” papar Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, pada Jumat (13/2/2026).
Arif juga mengungkapkan, ular-ular yang berhasil ditangkap oleh petugas BPBD saat bulan Januari ini berjumlah 43 Ekor. Dengan ukuran tubuh yang bervariasi dan kebanyakan adalah berjenis sanca.
“Ular jenis sanca itu kan memang sekali bertelur itu bisa banyak ratusan. Jadi biasanya kalau kita menemukan ada laporan sekali di daerah itu gitu, besok beberapa saat lagi akan ada laporan lagi di daerah itu,” ungkapnya.
Banyaknya ular yang muncul di pemukiman saat musim hujan, Arif menyebut beruntung tidak ada yang sampai melukai warga. Namun, beberapa di antaranya ada yang dilaporkan memangsa hewan ternak.
“Alhamdulillah enggak ada (yang melukai Warga). Cuma memang ada yang pernah makan binatang ternak,” rinci dia.
Dari situ, Arif turut berpesan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, baik di dalam rumah maupun di sekitarnya. Agar tidak menjadi sarang tikus atau hewan lain, yang memancing kedatangan ular.
“Rumah harus dibersihkan, jangan sampai ini ada semak rimbun-rimbun gitu. Karena tikus sukanya di situ, kebersihan lingkungan itu sangat penting,” pungkasnya. (rma/ted)






