Gresik (beritajatim.com) – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gresik mengevakuasi seekor ular piton jenis sanca reticulata sepanjang 4 meter yang ditemukan bergelantungan di plafon garasi rumah warga, Rabu (11/2/2026). Penemuan reptil berukuran besar di Jalan Wahidin Sudirohusodo Gang 14E/16 tersebut sempat memicu kepanikan warga sekitar yang melintas di area pemukiman padat.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Shinta, pemilik rumah yang saat itu hendak beraktivitas di area parkir kendaraannya. Ia mendadak terkejut melihat penampakan ular piton yang melilit di bagian atas garasi tepat di atas posisi mobilnya terparkir.
“Saat melihat ke atas, ternyata ada ular besar bergelantungan di atas garasi. Saya langsung panik dan segera melapor,” ujar Shinta saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Rabu (11/2/2026).
Lantaran merasa terancam, ia segera menghubungi Posko Kota Dinas Damkarla Kabupaten Gresik untuk meminta bantuan evakuasi darurat. Shinta memilih tidak melakukan tindakan sendiri karena khawatir akan agresivitas hewan liar tersebut jika terprovokasi.
Merespons laporan tersebut, satu regu penyelamat Damkarla Gresik langsung diterjunkan menuju lokasi dengan peralatan pelindung diri lengkap. Petugas menggunakan jaket pelindung serta perangkat penjepit khusus (snake tong) untuk mengamankan ular dari ketinggian.
Setibanya di lokasi, tim teknis segera melakukan penilaian situasi atau size-up guna memastikan rute evakuasi yang paling aman. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati mengingat posisi ular berada di area yang sulit dijangkau secara manual.
Proses penangkapan berlangsung cukup menegangkan karena petugas terpaksa menggunakan kursi bantuan dari warga untuk menyentuh plafon garasi. Dengan koordinasi yang rapi, tim mulai menjepit bagian kepala ular agar tidak melakukan serangan balik ke arah petugas.
“Sewaktu kami evakuasi kami sempat kewalahan karena ularnya cukup besar dengan ukuran empat meter,” tutur Bowo Wiyono, salah satu petugas Damkarla Gresik yang berada di lokasi.
Dalam drama evakuasi tersebut, ular piton sempat meronta hingga terjatuh dari atas garasi ke lantai beton di bawahnya. Meski sempat lepas sesaat, petugas dengan sigap langsung mengendalikan tubuh ular dan memasukkannya ke dalam karung kain.
Setelah memastikan area benar-benar steril, tim kemudian mengikat karung tersebut dengan kuat untuk dibawa menuju markas komando. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden masuknya hewan liar ke rumah warga ini.
Petugas Damkarla Gresik mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor jika menemukan satwa berbahaya di lingkungan rumah. Warga diingatkan untuk tidak mencoba menangkap sendiri satwa liar seperti ular sanca tanpa keahlian khusus.
Fenomena munculnya ular di pemukiman warga Gresik diduga kuat dipicu oleh faktor cuaca pada musim penghujan yang mengganggu habitat aslinya. Satwa liar cenderung mencari tempat yang lebih hangat dan kering, termasuk masuk ke dalam area bangunan milik warga. [dny/beq]






