Blitar (beritajatim.com) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan oleh RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tahun ini masih sangat rendah. Hingga akhir 2023 ini, capaian PAD RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar masih Rp76,6 miliar.
Jumlah tersebut masih jauh dari target yang ditentukan Pemerintah Kota Blitar yakni Rp103,7 miliar. Hal itu pun menjadi sorotan Pemkot Blitar dan DPRD Kota Blitar.
DPRD Kota Blitar pun meminta RSUD Mardi Waluyo untuk melakukan inovasi pelayanan medis serta penambahan fasilitas. Hal itu dilakukan agar RSUD Mardi Waluyo tetap menjadi rujukan bagi warga yang sakit.
Selama ini memang di wilayah Blitar Raya banyak muncul rumah sakit swasta baru yang memiliki layanan medis cukup baik. Keberadaan rumah sakit baru tersebut tentu menjadi pesaing bagi RSUD Mardi Waluyo.
“Saran kami sih, agar RSUD Mardi ini melakukan inovasi layanan medis sehingga tetap menjadi rujukan masyarakat dan PAD bisa terpenuhi,” kata Syahrul Alim, Ketua DPRD Kota Blitar, Sabtu (2/11/2023).
BACA JUGA:
Kurang 2 Pekan, Proyek Pembangunan Alun-alun Blitar Masih 75 Persen
Menurut DPRD Kota Blitar, rendahnya PAD dari RSUD Mardi Waluyo tersebut akan berdampak pada pelayanan medis yang dijalankan. Jika PAD rendah dikhawatirkan kualitas layanan medis RSUD Mardi Waluyo juga berkurang.
Karena itu, DPRD Kota Blitar berharap RSUD Mardi Waluyo melakukan berbagai inovasi layanan medis agar tetap menjadi rumah sakit nomor satu di Blitar. Saat ini, RSUD Ngudi Waluyo dan Srengat yang menjadi pesaing utama tengah berbenah dari berbagai sisi mulai dari infrastruktur hingga layanan medis.
“Ya tentunya iya (berpengaruh ke layanan medis), karena jasa medis tergantung dari PAD nya, jadi kalau sana PAD nya tinggi maka penghasilan karyawan juga akan iku tinggi,” tuturnya
Selain menyoroti soal inovasi, DPRD Kota Blitar menyebut rendahnya PAD RSUD Mardi Waluyo Blitar tersebut disebabkan karena tidak adanya klaim covid seperti tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2021 dan 2022 lalu, PAD RSUD Mardi Waluyo cukup tinggi akibat adanya klaim Covid-19.
“Kalau saya menduga ya itu karena tahun lalu ada klaim Covid-19 dan sekarang tidak,” tutupnya.
BACA JUGA:
Gudang Garam Ekspansi Bisnis dengan Buka Pabrik di Blitar
Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar tetap optimis RSUD Mardi Waluyo bisa memenuhi target PAD yang telah ditentukan. Meski PAD RSUD Mardi Waluyo saat ini masih jauh dari target yang ditentukan.
“Insya Allah masih bisa terpenuhi, mudah mudahan teman-temen yang di RSUD Mardi bisa memenuhi target,” kata Widodo, Kepala BPKAD Kota Blitar.
Menurut BPKAD, rendahnya capaian PAD RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar tersebut lantaran masih adanya klaim BPJS Kesehatan yang belum terbayarkan. BPKAD Kota Blitar berharap dengan adanya pencairan klaim BPJS Kesehatan, bisa meningkatkan PAD RSUD Mardi Waluyo pada tahun 2023 ini. [owi/beq]






