Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi memulai program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) untuk 160 peserta guna mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian spesifik dan daya saing tinggi di wilayah industri. Para peserta terpilih akan menjalani masa bimbingan intensif selama satu bulan penuh di bawah arahan instruktur berpengalaman untuk memastikan penguasaan materi yang maksimal.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya pemerintah daerah dalam menjembatani kesenjangan antara ketersediaan lapangan kerja dengan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pasuruan. Melalui pembekalan teknis yang matang, para pencari kerja diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan saat menghadapi proses rekrutmen di berbagai perusahaan besar.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, meminta seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum ini dengan sungguh-sungguh demi meningkatkan taraf hidup mereka. “Harus fokus dan serius, saya yakin kalau ditelateni lama-kelamaan akan mahir dan skill-nya bisa diaktualisasikan saat bekerja,” ujar Rusdi Sutejo.
Materi pelatihan yang disediakan sangat beragam dan dirancang sesuai dengan kebutuhan pasar industri serta potensi ekonomi kreatif saat ini. Peserta dapat mendalami berbagai keahlian mulai dari pengoperasian alat berat forklift, teknik las, hingga keterampilan modern seperti barista dan perawatan AC.
Bupati menekankan bahwa selain membidik posisi di perusahaan, para lulusan juga didorong untuk berani membuka peluang usaha baru secara mandiri. Pemerintah berkomitmen terus mendampingi para lulusan agar sertifikat kompetensi yang mereka miliki memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi keluarga.
Harapan besar disematkan agar program ini menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka pengangguran di wilayah Jawa Timur, khususnya Pasuruan. “Semoga bermanfaat dan ketika selesai bisa mendapatkan pekerjaan, syukur-syukur menginspirasi untuk membuat lapangan pekerjaan sendiri,” harap Mas Rusdi.
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Pasuruan memastikan seluruh kebutuhan peserta selama masa pelatihan telah ditanggung sepenuhnya oleh anggaran pemerintah daerah. Selain mendapatkan fasilitas alat tulis dan modul, para peserta juga mendapatkan proteksi jaminan sosial untuk memberikan rasa aman.
Kepala Disnaker Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin, menjelaskan bahwa perlindungan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab penuh pemerintah terhadap keselamatan peserta. “Kita juga daftarkan semua peserta sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar mereka terlindungi selama mengikuti program ini,” jelas Rakhmat Syarifudin. [ada/beq]






