Kediri (beritajatim.com) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, menekankan bahwa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran krusial sebagai arsitek pondasi kepribadian anak. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Guru PAUD PKK Kabupaten Kediri di Gedung Bagawanta Bhari, Selasa (10/2/2026).
Menurut Mbak Cicha, sapaan akrabnya, mendidik anak usia dini bukanlah pekerjaan ringan. Dibutuhkan kombinasi antara kesabaran ekstra dan ketulusan hati untuk menghadapi berbagai karakteristik anak yang unik dan berbeda-beda.
“Rakor kali ini diharapkan tidak hanya menghasilkan penyamaan program, melainkan juga penguatan antar guru PAUD, saling berbagi pengalaman, dan saling menguatkan,” pesan Mbak Cicha di hadapan para pendidik.
7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia
Dalam forum tersebut, Mbak Cicha mendorong para guru PAUD PKK untuk menginternalisasi 7 Kebiasaan Anak Hebat Indonesia ke dalam kurikulum dan aktivitas harian siswa. Tujuh poin tersebut meliputi:
1. Beribadah tepat waktu.
2. Bersedekah setiap hari.
3. Berbuat baik kepada sesama.
4. Membaca buku setiap hari.
5. Bersyukur dan berdoa sebelum tidur.
6. Berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat.
7. Menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
Sinergi Guru dan Orang Tua
Mbak Cicha menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak bisa hanya mengandalkan peran sekolah. Mengingat durasi waktu anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan rumah, maka sinergi antara guru dan wali murid menjadi harga mati.
“Guru PAUD adalah sahabat keluarga, maka dari itu komunikasi, pendampingan, dan keteladanan harus dapat kita jaga bersama,” tandas istri Bupati Hanindhito Himawan Pramana tersebut.
Melalui rakor ini, diharapkan para guru PAUD PKK mampu menjadi jembatan informasi bagi orang tua agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dapat dipraktikkan secara konsisten di rumah, demi mencetak generasi emas Kabupaten Kediri yang berkarakter kuat. [ADV PKP/nm]






