Gresik (beritajatim.com) – Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial Port Estate (KEK JIIPE) Gresik menyalurkan bantuan alat wirausaha senilai total Rp425 juta kepada masyarakat di sekitar kawasan. Penyaluran bantuan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebanyak 40 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi ke dalam dua bidang keterampilan, yakni teknisi perawatan dan servis pendingin udara (AC) serta menjahit. Peserta berasal dari delapan desa dan tiga sekolah di sekitar KEK Gresik, meliputi Desa Manyarejo, Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun, Karangrejo, Banyuwangi, Bedanten, Kramat, dan Leran, serta SMK Yasmu, SMA Yasmu, dan SMK As Sa’adah.
Selain menerima pelatihan, peserta juga menerima paket peralatan kerja sebagai stimulus wirausaha agar mampu langsung mengaplikasikan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan.
Bidang menjahit, misalnya, menerima 11 unit paket alat jahit yang terdiri dari mesin jahit lockstitch dan obras, obeng, gunting, gunting benang, benang jahit dan obras, spool, jarum jahit, plastik kemasan, sepatu jahit, sekoci, meteran, kapur jahit, hingga oli mesin.
Sementara itu, bidang teknisi AC menerima 20 paket peralatan kerja yang meliputi tang kombinasi, kunci L set, kunci inggris, manifold gauge, tang ampere, termometer, pompa cuci AC, plastik cuci AC, dan kain lap.
Kepala Balai Diklat Industri Surabaya, Wido Eko Wardiono, mengatakan pelatihan ini menjadi jawaban atas tantangan dunia industri yang menuntut sumber daya manusia adaptif terhadap ekosistem yang terus berkembang.
“Konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri melalui pelatihan berbasis kompetensi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja,” katanya, Sabtu (7/2/2026).
Masih menurut Eko, dengan dibekali cara ini, peserta nantinya memiliki kompetensi berstandar nasional BNSP yang dapat diikuti pelajar SMP hingga usia 50 tahun.
Sementara itu, Direktur HR & Logistik Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola KEK JIIPE, Agung P. Guritno, menyatakan program tersebut sebagai komitmen mendorong terciptanya peluang kerja dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar KEK JIIPE.
“Ke depan, pengelola kawasan membuka peluang kolaborasi dengan para tenant di KEK untuk mengembangkan program pelatihan serupa yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan pasar, seperti pelatihan e-commerce dan pemasaran digital,” pungkasnya. [dny/kun]






