Mojokerto (beritajatim.com) – Kabupaten Mojokerto mencatatkan angka deflasi sebesar 0,40 persen pada periode Januari 2026 yang dipicu oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan utama. Capaian ini menempatkan stabilitas harga di wilayah tersebut menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di awal tahun.
Secara agregat, Provinsi Jawa Timur juga mengalami deflasi sebesar -0,20 persen pada periode yang sama. Angka tersebut tercatat lebih dalam jika dibandingkan dengan deflasi nasional yang berada di level -0,15 persen.
Sejumlah daerah lain di Jawa Timur turut menyumbang angka deflasi dengan besaran yang bervariasi pada pembukaan tahun ini. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Gresik sebesar -0,45 persen, Kota Kediri -0,37 persen, dan Kabupaten Bojonegoro sebesar -0,33 persen.
Penurunan indeks harga juga terjadi di wilayah Jember sebesar -0,29 persen serta Kota Madiun yang menyentuh angka -0,23 persen. Selain itu, Banyuwangi mencatat deflasi -0,21 persen, disusul Kabupaten Tulungagung dengan angka -0,18 persen.
Kota Surabaya dan Kota Malang masing-masing mengalami deflasi sebesar -0,16 persen dan -0,10 persen. Sementara itu, Kota Probolinggo mencatatkan angka deflasi paling tipis yakni sebesar -0,03 persen di antara daerah lainnya.
Menyikapi kondisi ekonomi tersebut, Bambang selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menegaskan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi daerah. Langkah ini dilakukan melalui pemantauan intensif terhadap pergerakan harga dan ketersediaan pasokan komoditas pokok di pasar-pasar tradisional.
Fokus pengawasan akan dioptimalkan guna menghadapi potensi kenaikan permintaan yang biasanya terjadi pada periode-periode tertentu. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan rantai distribusi tetap lancar agar stabilitas harga tetap terjaga dan tidak membebani konsumen.
“Langkah pengendalian akan terus kami lakukan agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu,” ujar Bambang pada Jumat (6/2/2026).
Sinergi lintas sektor di Mojokerto terus ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok tetap aman bagi seluruh warga. Pemkab Mojokerto berharap upaya mitigasi ini mampu mempertahankan iklim ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan daerah di tahun 2026. [tin/beq]






