Pasuruan (beritajatim.com) – Akses transportasi di ruas jalan kabupaten, Desa Andonosari, kini mengalami hambatan serius akibat bencana tanah longsor. Curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Tutur tersebut memicu amblasnya sebagian badan jalan aspal hingga tidak lagi bisa dilalui oleh mobil.
Material aspal selebar 1,3 meter dilaporkan ikut ambrol ke dasar tebing dan hanya menyisakan sisa bahu jalan sekitar satu meter saja. Kondisi ini memaksa warga sekitar untuk menutup akses bagi kendaraan berat guna menghindari terjadinya longsor susulan yang lebih parah.
“Kami sudah menerima laporan masyarakat dan segera melakukan tindakan darurat untuk mengamankan lokasi kejadian,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan laporan kronologi, hujan deras dengan durasi yang cukup lama melanda wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari pada Jumat ini. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, kerugian material akibat kerusakan infrastruktur jalan diperkirakan cukup signifikan.
Warga desa setempat bersama relawan langsung bergerak cepat melakukan pembersihan material tanah secara gotong royong di titik lokasi. Langkah antisipasi juga dilakukan dengan memasang terpal pelindung pada area tebing yang terbuka agar tanah tidak semakin tergerus saat hujan kembali turun.
“Pemasangan terpal sudah dilakukan untuk sementara waktu agar jalan yang tersisa tidak semakin tergerus air hujan,” tambah Sugeng.
BPBD telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk meninjau kerusakan teknis pada ruas jalan penting tersebut. Pengendara roda dua yang melintas diminta ekstra waspada karena kondisi tanah di sekitar area Sawahtalun masih bersifat labil.
Penanganan permanen diharapkan dapat segera direalisasikan agar aktivitas ekonomi masyarakat di Desa Andonosari bisa kembali normal seperti sediakala. Untuk saat ini, jalur tersebut tetap ditutup bagi kendaraan roda empat hingga proses perbaikan lebih lanjut selesai dilaksanakan oleh pemerintah daerah. [ada/aje]






