Lumajang (beritajatim.com) – Motif pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang tega meninggalkan bayinya di kolong meja warung gorengan diketahui karena alasan ekonomi.
Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso mengatakan, alasan kedua orang tua bayi tersebut tega meninggalkan bayinya di warung disebabkan karena himpitan ekonomi.
Wahono menyebut, keduanya merasa takut tidak bisa merawat sang buah hati dengan pemenuhan gizi yang cukup.
Hal itu membuat mereka lebih memilih untuk meninggalkan bayi tersebut di sebuah warung dan berharap ada orang lain yang menemukannya.
“Jadi, hasil pemeriksaan sementara, motif dari kedua orang tua ini adalah faktor ekonomi yang kurang baik, sehingga meninggalkan bayinya di warung,” jelas Wahoni, Kamis (5/2/2026).
Sebelumnya, warga Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dihebohkan dengan penemuan bayi berusia 2 hari, Rabu (4/2/2026). Beruntung, bayi tersebut ditemukan masih dalam kondisi hidup.
Belakangan diketahui, ayah dari bayi tersebut adalah Rendi, warga Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Sedangkan, ibunya adalah Lia Seftianti, warga Desa Sumber, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.
Sesaat setelah ditemukan, kedua orang tua bayi tersebut langsung menyerahkan diri ke polisi untuk menjalani proses pemeriksaan.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menjelaskan, bayi laki-laki tersebut saat ini sudah dipindahkan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Lumajang untuk mendapatkan perawatan.
Suprapto mengaku, pihaknya belum bisa memberikan kepastian apakah bayi tersebut akan dikembalikan kepada orang tuanya.
Sebab, saat ini kedua orang tua bayi masih harus menjalani pemeriksaan atas perbuatannya yang sengaja meninggalkan sang buah hati.
“Untuk bayi sementara dalam perawatan di RS Bhayangkara Lumajang, Polsek Senduro koordinasi dengan Unit PPA untuk tindak lanjutnya, dan masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Suprapto. (has/ian)






