Situbondo (beritajatim.com) – Sebuah pohon jati berdiameter besar tumbang menimpa bangunan warung lesehan Green Cafe Jogja di Jalan Raya Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo pada Rabu (4/2/2026) malam. Insiden yang dipicu hujan lebat dan angin kencang ini menyebabkan kerusakan berat pada bangunan, namun dipastikan tidak memakan korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB saat wilayah Situbondo dilanda cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi. Pohon jati dengan diameter mencapai 75 sentimeter roboh mendadak dan langsung menghantam warung semi permanen milik Antok Susanto (55).
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, menyebut faktor alam menjadi penyebab utama tumbangnya pohon di kawasan wisata tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian warung dalam kondisi tutup sehingga tidak ada aktivitas warga maupun pengunjung di lokasi.
“Pohon jati tiba-tiba tumbang dan menimpa bangunan warung. Saat kejadian warung dalam kondisi tutup, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Puriyono pada Kamis (5/2/2026).
Warga sekitar sempat melaporkan kejadian sesaat setelah pohon roboh ke pihak berwenang guna mendapatkan penanganan darurat. Namun, proses evakuasi terpaksa ditunda hingga pagi hari karena faktor hujan yang masih berlangsung serta kondisi medan yang tidak memungkinkan.
“Tim baru bisa melakukan penanganan keesokan harinya atau hari ini, dengan melibatkan Pusdalops dan TRC BPBD Situbondo bersama Tagana, Perhutani, serta unsur terkait lainnya,” jelas Puriyono.
Tim gabungan mulai melakukan pembersihan lokasi dengan memotong batang pohon raksasa tersebut menggunakan beberapa gergaji mesin (chainsaw). Petugas juga bahu-membahu menyingkirkan puing-puing bangunan kayu serta material atap yang hancur berantakan akibat beban pohon.
Bangunan warung yang memiliki ukuran sekitar 12×9 meter dengan tinggi 5 meter tersebut tercatat mengalami kerusakan struktural yang sangat parah. Hal ini membuat operasional Green Cafe Jogja terhenti total karena sebagian besar area lesehan tertutup material kayu.
“Estimasi kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta,” tambah Puriyono merinci hasil asesmen awal di lapangan.
BPBD Situbondo kini tengah melakukan tahapan Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) guna menentukan langkah pemulihan selanjutnya. Pihak pemerintah daerah juga sedang menyiapkan penyaluran bantuan logistik darurat bagi pemilik warung yang terdampak bencana tersebut.
Puriyono mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Situbondo untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah pesisir. Kewaspadaan terutama ditekankan pada risiko pohon tumbang di sepanjang jalur pantura saat hujan disertai angin kencang terjadi.
“Kami mengingatkan warga agar lebih waspada, terutama terhadap risiko pohon tumbang saat hujan lebat disertai angin kencang,” tegas Puriyono. [awi/beq]






