Banjarmasin (beritajatim.com) – Menandai peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin mengambil langkah progresif untuk memperkuat aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment). Mengusung tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, pelabuhan ini berkomitmen mewujudkan standar emas operasional: High Performance Zero Accident.
Peringatan tahun ini dirancang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah misi untuk meletakkan fondasi keselamatan yang kokoh guna memitigasi risiko tinggi di lini operasional bongkar muat.
Salah satu agenda krusial yang digelar adalah Drill dan Simulasi Tanggap Darurat di area Dangerous Goods. Dalam skenario yang sangat nyata, tim diuji kemampuannya menangani kebocoran ISO Tank serta prosedur evakuasi petugas yang cedera. Tak hanya itu, kesiapan alat pemadam api (APAB dan APAR) turut diperiksa secara detail.
Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, menegaskan bahwa keselamatan adalah prasyarat mutlak bagi produktivitas perusahaan.
“Kami ingin memastikan setiap individu yang memasuki area TPK Banjarmasin memiliki kesadaran penuh bahwa mereka harus pulang dalam kondisi selamat. Bulan K3 ini kami isi dengan tindakan preventif dan edukatif yang menyasar seluruh lini operasi,” tegas Sirin.
Menyadari bahwa keselamatan di pelabuhan adalah kerja kolektif, TPK Banjarmasin menggelar sosialisasi intensif bagi Operator Head Truck (HT), pengemudi truk eksternal, hingga Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Para pekerja lapangan juga dibekali kemampuan Basic Life Support (BLS) atau bantuan hidup dasar agar mampu memberikan pertolongan pertama (P3K) di area kerja.
Aris Permana, perwakilan peserta dari JPT Perdana Sekawan Perkasa, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, forum diskusi tersebut menjadi pengingat berharga bagi para sopir logistik.
“Ini menjadi pengingat bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tanggung jawab kami sebagai pekerja di lapangan,” ungkapnya.
Sisi kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan juga menjadi sorotan. Berkolaborasi dengan Pelindo Group, aksi donor darah berhasil mengumpulkan 159 kantong darah. Selain itu, manajemen melakukan Management Walkthrough untuk meninjau langsung penerapan K3 di lapangan, yang ditutup dengan aksi penanaman pohon di area terminal guna mendukung konsep Green Port.
Manajemen TPK Banjarmasin memastikan bahwa safety awareness ini tidak akan berhenti saat Bulan K3 berakhir. Momentum ini dijadikan pijakan untuk menjaga konsistensi standar HSSE secara berkelanjutan demi memastikan kinerja operasional yang unggul tanpa mengorbankan nyawa pekerja.[rea]






