Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membentuk Satuan Tugas Pengentasan Kemiskinan dengan dipimpin Kepala Dinas Sosial dan Pejabat Sekretais Daerah Akhmad Helmi Luqman.
“Satgas ini akan memastikan juga target kemiskinan tahun ini akan turun berapa. Kemudian bagaimaana evaluasi penanganan stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi di bawah 1.200 tenaga kesehatan,” kata Bupati Muhammad Fawait, Sabtu (31/1/2026).
“Secara absolut kemiskinan di Kabupaten Jember ini tertinggi kedua di Jawa Timur. Bahkan kemiskinan ekstrem kita itu tertinggi di Jawa Timur. Tentu ini tidak bisa kita biarkan atau kita atasi dengan dengan langkah-langkah yang biasa-biasa saja,” kata Fawait.
“Maka kita perlu sebuah penanganan yang out of the box, penanganan yang dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa hanya dilakukan oleh satu OPD atau dilakukan dengan kebijakan penuh ego sektoral, tidak mau saling koordinasi,” tambah Fawait.
Kemiskinan memunculkan banyak persoalan di Jember. “Salah satunya angka stunting kita selama sepuluh tahun terakhir ini juga masih sangat tinggi di Jawa Timur. Termasuk angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI), kita selalu menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur,” kata Fawait.
“Saya berkeyakinan, bahwa mayoritas anak-anak kita yang stunting pasti secara ekonomi tidak baik-baik saja,” kata Fawait.
Satgas Pengentasan Kemiskinan ini juga akan menangani program Makan Bergizi Gratis. Ketua harian satgas akan dijabat Muhammad. Zamroni, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keliuarga Berencana Jember.
“Pak Kadinkes kami jadikan ketua harian karena (program) ini akan digabung dengan pengentasan stunting AKI dan AKB. Kita sudah luncurkan beberapa hari lalu, 1.200 nakes akan kami turunkan ke bawah,” kata Fawait. [wir]






