Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, yang akrab disapa Mbak Wali, memberikan suntikan semangat bagi 16 peserta Pelatihan Pemasaran Digital yang diselenggarakan oleh LPK Sumber Jaya Berkarya pada Kamis (29/1/2026). Dalam kunjungannya, Mbak Wali menekankan bahwa kunci kemajuan Kota Kediri tidak hanya terletak pada infrastruktur fisik, tetapi pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif terhadap teknologi.
Mbak Wali mengapresiasi kurikulum pelatihan yang komprehensif, mulai dari pengenalan target pasar hingga praktik langsung pembuatan konten promosi dan interaksi pelanggan. Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, praktisi bisnis, dan konten kreator dalam pelatihan ini sangat krusial agar peserta tidak hanya “kenyang” teori, tapi juga cakap dalam praktik.
Melawan Kendala Mental di Era Digital
Wali Kota termuda ini menyoroti salah satu tantangan terbesar pelaku usaha pemula, yakni kendala mental. Banyak pelaku UMKM yang merasa kurang percaya diri untuk tampil di depan kamera atau melakukan siaran langsung (live) di platform seperti TikTok.
“Kadang live TikTok itu tidak mudah, butuh keberanian. Banyak yang merasa kurang percaya diri dengan penampilan. Padahal yang terpenting adalah keberanian dan isi kontennya. Masyarakat tidak hanya melihat penampilan, tetapi juga inovasi dan nilai yang ditawarkan,” tegas Mbak Wali.
Strategi Bertahan di Tengah Persaingan Ketat
Mbak Wali mengingatkan bahwa di masa sekarang, memanfaatkan media sosial dan marketplace bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan. Pergeseran perilaku konsumen dari belanja konvensional ke digital menuntut pelaku usaha untuk lebih inovatif dalam menjangkau pembeli.
Poin Utama Pesan Mbak Wali:
Inovasi Konten: Memiliki akun media sosial saja tidak cukup; konten harus menarik, komunikatif, dan memiliki strategi yang tepat.
Efisiensi Digital: Memanfaatkan kemudahan logistik dan sistem pembayaran digital untuk mempermudah konsumen.
Pembelajaran Aktif: Peserta didorong untuk aktif bertanya kepada para praktisi yang hadir sebagai narasumber.
“Dulu orang datang langsung ke pasar, sekarang cukup membuka marketplace atau media sosial, tinggal duduk, dua atau tiga hari barang sudah sampai. Jika pelaku usaha tidak memanfaatkan media sosial, tantangannya akan semakin berat,” ungkapnya.
Sinergi Akademisi dan Praktisi
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang untuk memberikan wawasan yang luas bagi peserta, di antaranya Subagyo, Erna Nurzainul, Billy Bachtiar, Novianti Handayani, dan Deovani Yanuardana. Kehadiran para praktisi ini diharapkan mampu membekali peserta dengan “tips dan trik” nyata yang bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan omzet penjualan mereka.
Dengan adanya pelatihan ini, Pemerintah Kota Kediri berharap muncul generasi pengusaha baru yang mandiri, kreatif, dan mampu membawa produk lokal Kediri bersaing di pasar nasional maupun internasional. [nm/aje]






