Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, memastikan masa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi 2026 segera berakhir dengan tingkat kesiapan peserta mencapai 90 persen. Penutupan diklat yang berlangsung selama 20 hari ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Lapangan Galaxy Makodau, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Hingga Kamis (29/1/2026), ribuan calon petugas haji dari berbagai daerah, termasuk perwakilan Jawa Timur, mulai melakukan gladi resik untuk upacara pengukuhan. Kehadiran Kepala Negara dalam acara ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi para petugas yang akan mengawal keberangkatan jemaah ke Tanah Suci sekitar tiga bulan mendatang.
“Alhamdulillah, 20 hari yang ternyata terasa singkat, hampir selesai. Besok teman-teman calon petugas haji kita insyaallah diklatnya akan selesai dan kita berharap akan ditutup oleh Presiden,” ujar Gus Irfan saat meninjau lokasi persiapan di Lapangan Galaxy Makodau.
Meski pelatihan tatap muka segera berakhir, Gus Irfan menegaskan bahwa para petugas masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar sebelum keberangkatan. Kemenhaj akan memantau kedisiplinan mandiri para peserta melalui platform daring, mulai dari penguasaan Bahasa Arab hingga menjaga kebugaran fisik harian agar tetap prima di medan tugas.
“Kita berharap juga bahwa teman-teman tidak berarti selesai diklatnya, karena masih ada PR buat mereka untuk meneruskan pelatihannya di rumah masing-masing dan akan dipantau terus. Pertama, tentu masih ada online Bahasa Arab, kemudian tiap hari juga akan dipantau upaya menjaga kebugaran fisik mereka,” tegasnya.
Terkait evaluasi selama masa karantina, Gus Irfan mengungkapkan hasil sementara menunjukkan tren positif yang sangat tinggi. Kendati demikian, ia tetap menunggu laporan resmi untuk menyaring kriteria ketat kelulusan petugas, mulai dari aspek kehadiran hingga keaktifan selama mengikuti materi intensif di barak pelatihan.
“Evaluasi awal 90 persen bagus. Tapi nanti setelah besok akan saya terima laporan tertulis resmi tentang perkembangan dan laporan perkembangan selama 20 hari,” tambah Gus Irfan menanggapi capaian peserta.
Mengenai kendala cuaca yang mungkin terjadi saat upacara di lapangan terbuka, Menhaj menekankan bahwa mental petugas harus sudah terlatih menghadapi segala situasi. Ia menyamakan tantangan hujan di Indonesia dengan cuaca panas ekstrem yang akan dihadapi petugas saat melayani jemaah di Arab Saudi nanti.
“Hujan adalah salah satu rahmat Allah, tentu kita akan tetap syukuri apa pun itu. Di Saudi juga panas, tentu kita juga syukuri panas itu. Jadi apa pun yang terjadi, petugas haji harus tetap siap,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim protokol kepresidenan telah melakukan pengecekan akhir di lokasi kegiatan. Segenap peserta diharapkan telah siap secara fisik, pengetahuan, dan mental untuk mengemban amanah sebagai pelayan tamu Allah pada musim haji 1447 H / 2026 M. [alr/aje






