Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo mengidentifikasi inisial A, anak kandung korban, sebagai terduga pelaku utama dalam kasus dugaan pembunuhan Nuraini (45), seorang janda asal Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Identitas terduga pelaku ini muncul setelah kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan intensif pasca penemuan jasad korban dalam kondisi mengenaskan pada Senin (26/1/2026).
Adik kandung terduga pelaku, Muhammad Gilang, mengaku sangat terpukul dan tidak menyangka kakaknya dikaitkan dengan kematian tragis ibu mereka sendiri. Ia mendeskripsikan sang kakak sebagai pribadi yang tertutup dan cenderung menyimpan emosi sendirian selama bertahun-tahun.
“Ya shock, ya kaget. Tidak menyangka ternyata terduga pelaku, kakak sendiri,” ungkap Gilang dengan mata yang berkaca-kaca, Rabu (28/1/2026).
Beberapa hari sebelum kejadian, Gilang sempat bertemu dengan A dan mendengarkan keluh kesah kakaknya mengenai pengalaman masa lalu yang pahit. Curhatan tersebut kini diduga kuat berkaitan dengan kondisi psikologis A yang menjadi pemantik peristiwa berdarah di dalam rumah mereka.
“Dia sempat curhat, terlihat menyimpan emosi lama. Tapi tidak pernah terlihat marah secara terbuka,” ungkapnya secara jujur saat ditemui di kediamannya.
Keluarga juga memberikan konfirmasi bahwa unggahan emosional yang sempat viral di media sosial Facebook belakangan ini memang asli berasal dari akun pribadi milik A. Unggahan tersebut berisi luapan perasaan mendalam terkait beban hidup dan pengalaman traumatis yang selama ini dipendam oleh terduga pelaku.
“Iya benar itu FB-nya Mas A. Ya sesuai fakta yang dicurhatkan,” katanya menegaskan validitas jejak digital sang kakak yang kini menjadi sorotan publik.
Barang bukti berupa sepeda motor dan tas yang ditemukan warga di area publik turut diakui Gilang sebagai barang-barang pribadi milik sang kakak. Penemuan benda-benda ini menjadi petunjuk krusial bagi aparat kepolisian untuk melacak arah pelarian A pasca kejadian.
Pihak keluarga kini menaruh harapan besar agar A dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat agar proses hukum dapat berjalan secara transparan. Gilang menekankan pentingnya pertanggungjawaban hukum agar motif di balik kematian sang ibu bisa terungkap secara adil dan menyeluruh.
“Ya harapannya semoga cepat ditemukan kakak saya. Pengennya dalam kondisi sehat dan masih hidup, supaya bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Gilang penuh harap.
Saat ini, tim gabungan kepolisian tengah mengintensifkan pencarian hingga ke wilayah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Polisi menduga kuat A melarikan diri ke arah luar Jawa Timur setelah peristiwa tragis di Desa Golan tersebut menggemparkan masyarakat setempat.
Aparat berkomitmen untuk terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap motif serta kronologi detail dalam kasus pembunuhan ini. Keterlibatan tim siber juga dikerahkan untuk menganalisis lebih dalam curhatan media sosial terduga pelaku sebagai bukti pendukung penyidikan. [end/beq]






