Malang (beritajatim.com) – Era disrupsi digital menuntut sektor pendidikan untuk terus berinovasi, terutama dalam metode evaluasi pembelajaran. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Islam Malang (Unisma) meluncurkan program penguatan kapasitas bagi guru di SMA Islam Nusantara (SMAINUS) melalui pemanfaatan perangkat lunak i-Spring Quiz Maker.
Program ini merupakan bagian dari Hibah Institusi Unisma yang dipimpin oleh Ahmad Sufyan Zauri, M.Pd, bersama tim anggota yang terdiri dari Henny Rahmawati, Muhammad Imron Azami, dan Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi. Fokus utama dari program ini adalah mentransformasi asesmen konvensional menjadi penilaian berbasis digital yang lebih interaktif dan efisien.
Ketua tim pengabdian, Ahmad Sufyan Zauri, menjelaskan bahwa adopsi teknologi dalam penilaian bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan bagi generasi Z.
“Pendidikan di era digital membawa perubahan mendasar pada metode pengajaran. Quiz Maker i-Spring hadir sebagai platform asesmen digital yang intuitif, memungkinkan pendidik menciptakan kuis dan ujian online dengan variasi jenis pertanyaan yang sangat beragam,” ujar Ahmad Sufyan kepada beritajatim.com, Sabtu (24/1/2025).
Keunggulan utama dari perangkat ini adalah kemampuan integrasi multimedia. Guru tidak hanya memberikan teks, tetapi bisa menyisipkan gambar, audio, hingga video langsung ke dalam soal. Hal ini diyakini dapat meningkatkan daya tarik serta konsentrasi siswa dalam mengerjakan evaluasi.
Senada dengan hal tersebut, Henny Rahmawati menekankan pentingnya fitur real-time feedback bagi perkembangan kognitif siswa. Menurutnya, kuis digital memberikan dampak psikologis yang positif karena siswa dapat langsung mengetahui hasil kinerjanya.
“Fitur unggulannya adalah umpan balik instan. Setelah menyelesaikan ujian, siswa langsung menerima koreksi. Ini membantu mereka memahami letak kesalahan dan segera memperbaikinya,” jelas Henny.
Selain bagi siswa, platform ini juga mempermudah beban administrasi guru. Fitur perekaman kinerja otomatis memungkinkan pendidik memantau perkembangan individu secara presisi. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk merumuskan strategi mengajar yang lebih efektif dan personal.

Di sisi lain, penggunaan asesmen digital seperti i-Spring juga memiliki dimensi ekologis. Dengan beralih ke format digital, sekolah secara signifikan mengurangi penggunaan kertas (paperless), yang berdampak positif pada pengurangan limbah dan pelestarian lingkungan.
“Program pengabdian ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi guru-guru di SMAINUS. Targetnya, seluruh pendidik di sekolah tersebut mampu secara mandiri menyusun bahan evaluasi yang dinamis, responsif, dan mampu menstimulasi minat belajar siswa,” kata Ahmad Sufyan Zauri menutup. [dan/suf]






