London (beritajatim.com) – Arsenal kukuh di pucuk klasemen dengan 50 poin. Sedangkan Manchester United ada di posisi 5 dengan defisit 15 poin. Tetapi, bentrokan dua tim pada matchweek ke-23 Minggu malam (25/1/2026) bisa dibilang seimbang.
Itu dipicu tanda-tanda kebangkitan United di tangan Michael Carrick usai mengalahkan Manchester City 2-0 pekan lalu. Kemenangan itu menegaskan kepiawaiannya ketika menghadapi sesama big six.
Dua dari tiga laga ketika jadi pelatih karteker United lima tahun lalu dijalani Carrick melawan Chelsea dan Arsenal. Hasilnya? United meraih hasil seri 1-1 dan menang 3-2.
“Dia (Carrick, Red) datang membawa ide-ide segar. Anda bisa melihatnya di derbi Manchester. Cara mereka bermain berubah (dibandingkan dilatih Ruben Amorim, Red)” papar tactician Arsenal Mikel Arteta kepada Football London.
Ucapan Arteta bukan sekadar merujuk pada kekalahan pada pertemuan dengan Carrick lima tahun lalu. Melainkan juga tentang tren timnya yang kurang panas. Dalam dua matchweek terakhir, The Gunners selalu meraih hasil seri.
Bahkan, dalam tiga pertemuan terakhir menghadapi United, Arsenal hanya menorehkan satu kemenangan. Catatan itu seolah mengancam euforia Arsenal yang baru saja lolos 16 besar Liga Champions usai mengalahkan Inter Milan (21/1/2026).
“Kemenangan di satu laga (derbi Manchester, Red) tidak langsung membuat satu tim menjadi tak terkalahkan. Tetapi, itu jadi fondasi krusial bagi perkembangan kami,” ujar Carrick kepada BBC. (dio)
Perkiraan pemain:
Arsenal (4-3-3): 1-Raya (g); 12-Timber, 2-Saliba, 6-Magalhaes, 5-Hincapie; 8-Odegaard (c), 36-Zubimendi, 41-Rice; 7-Saka, 14-Gyokeres, 19-Trossard
Pelatih: Mikel Artet
Manchester United (4-2-3-1): 31-Lammens (g); 2-Dalot, 5-Maguire, 6-Martinez, 23-Shaw; 37-Mainoo, 18-Casemiro; 16-Diallo, 8-Fernandes (c), 13-Dorgu; 19-Mbeumo
Pelatih: Michael Carrick






