Ngawi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mengupayakan pembangunan dan revitalisasi Pasar Beran melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun 2026. Pasar tradisional tersebut sebelumnya telah masuk dalam daftar PSN sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi, Kusunawati Nilam, mengatakan pihaknya aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk audiensi langsung dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
“Kami sudah beberapa kali audiensi, baik dengan Bappenas, Direktorat Pembiayaan, hingga Direktorat Perindustrian dan Perdagangan. Harapannya Pasar Beran dan Kawasan Industri Ngawi bisa kembali masuk PSN untuk 2026,” ujarnya, Jumat (23/1/2026)
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Ngawi juga mengirimkan surat resmi melalui Gubernur Jawa Timur kepada Bappenas, dengan tembusan ke Kemendagri dan kementerian teknis terkait. Usulan tersebut kini sudah masuk dalam short list dan dikategorikan sebagai super prioritas.
Selain melalui PSN, Pasar Beran juga tetap diusulkan melalui skema tugas pembantuan (TP) yang bersumber dari APBN maupun provinsi. Seluruh mekanisme pengusulan, menurut Nilam, telah dilalui sesuai alur Musrenbang sehingga secara administratif tidak menemui kendala.
Terkait kebutuhan anggaran, Nilam menjelaskan bahwa berdasarkan Detail Engineering Design (DED) awal yang mengacu pada Perpres 80/2019, estimasi biaya pembangunan Pasar Beran mencapai Rp21,8 miliar.
“Besaran anggaran nantinya tetap menyesuaikan pagu dari pusat. Yang penting sudah ada respon positif, dan pembangunan bisa dilakukan bertahap,” jelasnya.
Sementara dari sisi APBD, Pemkab Ngawi juga menyiapkan dukungan melalui program reward kinerja pasar. Program ini menilai pasar dari aspek pelaporan retribusi, pengelolaan, kebersihan, hingga keaktifan promosi melalui media sosial.
Pasar Beran tercatat konsisten meraih peringkat tertinggi sejak 2023, bahkan memperoleh penghargaan dari Kementerian Perdagangan. Pada 2025 lalu, Pasar Beran mendapat reward berupa pembangunan los, dan pada 2026 kembali menduduki ranking pertama.
“Untuk 2026, di RUP kita masukkan anggaran sekitar Rp150 juta. Tapi kalau nanti dari pusat turun anggaran besar, maka APBD akan kita alihkan untuk program lainnya,” pungkas Nilam.
Pemkab berharap, dengan status super prioritas, Pasar Beran bisa menjadi salah satu pasar rakyat modern yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Ngawi. [fiq/aje]






