Bojonegoro (beritajatim.com) – Upaya pencarian korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo akhirnya membuahkan hasil. Seorang warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ditemukan meninggal dunia di Bendung Gerak Bojonegoro, Rabu (21/1/2026).
Korban diketahui bernama Gami (75), perempuan, warga Dusun Ngandong RT 01 RW 04, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan. Peristiwa orang tenggelam tersebut pertama kali dilaporkan terjadi di wilayah Bengawan Solo, Desa Nglebak, Kabupaten Blora.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi, melalui Kepala Seksi Kegawatdaruratan dan Logistik Agus Purnomo, membenarkan temuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (opsar) dilakukan secara terpadu lintas daerah sejak laporan diterima.
“Korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB di Bendung Gerak Bojonegoro dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Agus Purnomo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pencocokan identitas, korban yang ditemukan dipastikan merupakan warga Kabupaten Blora yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di Bengawan Solo.
Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur. Tim SAR air melakukan penyisiran sungai dari titik awal di wilayah Desa Medalem hingga Desa Nglungger, Kecamatan Cepu. Sementara tim lainnya menyisir aliran sungai dari Kecamatan Cepu hingga Bendung Gerak Bojonegoro.
Selain pencarian melalui jalur air, pemantauan darat juga dilakukan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kabupaten Blora dan Bojonegoro untuk mempersempit area pencarian.
Tim gabungan yang terlibat antara lain BPBD Blora, BPBD Bojonegoro, Basarnas USS Rembang dan Bojonegoro, Tagana Blora, SAR MTA, PMI, MDMC, Kamboja Rescue, serta unsur TNI dan perangkat desa setempat.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup pada Rabu sore. BPBD mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sungai Bengawan Solo agar lebih waspada, terutama saat debit air meningkat, guna menghindari kejadian serupa. [lus/suf]






