Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu jujugan favorit bagi wisatawan nusantara dan mancanegara untuk menghabiskan waktu berlibur sepanjang tahun 2025.
Tren positif ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 7,25 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Tercatat, diketahui sepanjang tahun 2025, sebanyak 3.671.197 wisatawan telah berkunjung dan menikmati berbagai keindahan alam serta kekayaan budaya yang disuguhkan oleh Bumi Blambangan.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman mangatakan, capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak.
Meski angka menunjukkan kenaikan peningkatan, pihaknya menegaskan akan terus berbenah dan memastikan Banyuwangi tetap memiliki daya tarik yang kuat untuk dikunjungi kembali di masa mendatang.
“Kami akan terus melakukan evaluasi kepada seluruh pengelola destinasi wisata di Banyuwangi. Langkah ini penting karena saat ini pariwisata masih menjadi sektor ekonomi unggulan yang menopang kesejahteraan daerah,” ujar Taufik, Selasa (20/1/2026).
Pihaknya mencatat, pada tahun 2024, jumlah kunjungan wisatawan ke Banyuwangi tercatat sebanyak 3.405.145 orang. Sedangkan terdapat peningkatan sebesar 7,25 persen di tahun 2025. Jumlah kunjungan yang menungkat menjadi bukti bahwa strategi promosi dan pengembangan destinasi yang dijalankan pemerintah daerah berjalan di jalur yang tepat.
Menurut Taufik, keberadaan beberapa destinasi andalan tetap menjadi magnet utama yang menarik minat para pelancong. Sebut saja ikon wisata seperti Pantai Boom Marina, Pulau Merah, hutan eksotis De Djawatan, hingga keajaiban alam Kawah Ijen yang sudah dikenal luas hingga mancanegara.
Selain destinasi tersebut, tempat wisata buatan dan edukasi seperti Banyuwangi Park serta wisata alam lainnya seperti Pantai Gumuk Kantong dan Desa Wisata Tamansari juga turut menyumbang angka kunjungan yang besar. Begitu pula dengan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Cacalan, dan Grand Watudodol.
“Meski destinasi utama tetap mendominasi, destinasi wisata lain di berbagai sudut Banyuwangi juga menyumbang jumlah wisatawan yang tidak sedikit. Diversifikasi objek wisata inilah yang membuat wisatawan memiliki banyak pilihan,” jelasnya.
Taufik menambabkan, bahwa tingginya minat kunjungan ini juga tidak lepas dari kesuksesan pagelaran berbagai event dan festival. Sepanjang tahun 2025, Banyuwangi sukses menggelar 80 event yang terangkum dalam kalender tahunan Banyuwangi Festival (B-Fest) dengan skala nasional hingga internasional.
“Dari puluhan event tersebut, dua di antaranya, yakni Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), menjadi daya tarik spesial karena masuk dalam kalender pariwisata bergengsi Kharisma Event Nasional (KEN),” pungkasnya. [alr/suf]






