Madiun (beritajatim.com) – Wali Kota Madiun Maidi tercatat sebagai peraih suara terbanyak dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Madiun 2024. Hasil tersebut diraih sebelum Maidi belakangan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam Pilwali 2024, Maidi maju berpasangan dengan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), F Bagus Panuntun, sebagai calon Wakil Wali Kota Madiun. Pasangan dengan akronim “Madiun” itu didukung koalisi 11 partai politik, yakni PSI, NasDem, Demokrat, Gerindra, PKB, PKS, PAN, Prima, Gelora, PBB, dan PPP.
Berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat kota yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun di Hotel Aston Madiun, Rabu (4/12/2024), pasangan Maidi–F Bagus Panuntun yang memperoleh nomor urut 2 ditetapkan sebagai pemenang dengan raihan 65.583 suara.
Perolehan tersebut unggul atas pasangan calon nomor urut 3, Bonie Laksmana–Bagus Rizki Dinarwan, yang memperoleh 45.923 suara. Sementara pasangan calon nomor urut 1, Inda Raya–Aldi Dwi, meraih 5.522 suara.
Sebelum terjun ke dunia politik, Maidi dikenal sebagai aparatur sipil negara (ASN) dengan rekam jejak panjang. Ia mengawali karier sebagai guru Geografi, kemudian menjabat kepala sekolah, hingga menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Madiun sebelum akhirnya dipercaya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun.
Maidi kemudian terjun ke politik dan terpilih sebagai Wali Kota Madiun untuk periode 2019–2024. Pada Pilwali 2024, ia kembali meraih kemenangan dan ditetapkan sebagai Wali Kota Madiun untuk periode 2025–2029.
Saat mendaftarkan diri ke KPU Kota Madiun pada Rabu (28/8/2024), Maidi mengusung visi dan misi pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pada kesempatan tersebut, Maidi dan F Bagus Panuntun tampil mengenakan busana berwarna merah muda yang disebut sebagai simbol cinta dan komitmen kepada seluruh masyarakat Kota Madiun.
Seiring proses hukum yang kini berjalan, KPK masih melakukan pendalaman terkait OTT yang menjerat Maidi. Hingga saat ini, KPK belum menyampaikan secara rinci konstruksi perkara maupun status hukum yang bersangkutan.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik, mengingat Maidi merupakan kepala daerah terpilih dengan perolehan suara terbanyak dalam Pilwali Kota Madiun 2024. [rbr/aje]






