Surabaya (beritajatim.com) – Upaya memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan di lingkungan pendidikan tinggi terus diperluas.
Direktorat Reserse Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Jawa Timur menjajaki kerja sama strategis dengan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR), Kamis (15/1/2026).
Kunjungan yang dipimpin langsung Direktur Reserse PPA-PPO Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum, berlangsung di Gedung Putih Sekolah Pascasarjana UNAIR.
Kehadiran ini menandai langkah awal sinergi antara kepolisian dan kalangan akademisi dalam merespons meningkatnya kasus kekerasan seksual, khususnya di lingkungan kampus.
Kombes Ganis diterima oleh Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana UNAIR Prof. Dr. H. Suparto Wijoyo, SH., M.Hum bersama Wakil Direktur I Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Direktorat Reserse PPA-PPO yang baru dibentuk sebagai direktorat mandiri di tubuh Polri.
Berdasarkan data nasional, sepanjang 2024 tercatat sedikitnya 2.681 kasus kekerasan seksual terjadi di lingkungan pendidikan tinggi.
Angka tersebut diyakini hanya sebagian kecil dari realitas yang terjadi, mengingat masih kuatnya stigma dan hambatan struktural yang membuat korban enggan melapor.
“Hadirnya Direktorat Reserse PPA-PPO ini merupakan wujud komitmen Kapolri untuk memberikan perlindungan yang lebih spesifik dan berkeadilan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan,” ujar Kombes Pol Ganis Setyaningrum di sela pertemuan.
Ia menambahkan, peningkatan status penanganan perempuan dan anak menjadi direktorat mandiri diharapkan mampu mengoptimalkan penanganan perkara yang semakin kompleks, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Sementara itu, Prof. Suparto Wijoyo menegaskan bahwa UNAIR menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, penanganan kekerasan seksual tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan hukum setelah kejadian, tetapi harus diperkuat dari sisi pencegahan dan pemberdayaan.
“Sekolah Pascasarjana UNAIR melalui Program Studi S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia memiliki peminatan khusus Pemberdayaan Perempuan. Ini merupakan basis intelektual yang dapat disinergikan dengan kerja-kerja kepolisian di lapangan,” jelas Prof. Suparto.
Selain itu, UNAIR juga telah mengaktifkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) sebagai garda terdepan dalam menerima laporan, melakukan pendampingan, serta memastikan perlindungan bagi penyintas di lingkungan kampus.
Ke depan, penjajakan kerja sama ini diproyeksikan mencakup berbagai program, mulai dari peningkatan kapasitas penyidik PPA terkait psikologi korban, hingga riset kolaboratif mengenai pola dan pencegahan kekerasan seksual di Jawa Timur.
Sinergi antara Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Jatim dan Sekolah Pascasarjana UNAIR diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan ruang pendidikan yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh sivitas akademika. (ted)






