Mojokerto (beritajatim.com) – Perekonomian Kabupaten Mojokerto menunjukkan kinerja positif dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Provinsi Jawa Timur.
Sepanjang tahun 2024, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 3,56 persen, menempatkannya di peringkat ketujuh dalam pembentukan PDRB Jawa Timur.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny mengatakan capaian tersebut mencerminkan peran strategis Kabupaten Mojokerto sebagai salah satu daerah penopang ekonomi Jawa Timur. Kontribusi PDRB sebesar 3,56 persen menunjukkan bahwa Kabupaten Mojokerto memiliki peran yang cukup besar dalam pembentukan nilai tambah ekonomi Jawa Timur.
“Secara regional, kontribusi PDRB Jawa Timur masih didominasi oleh Kota Surabaya sebesar 24,34 persen, diikuti Kabupaten Sidoarjo 9,35 persen, Kabupaten Pasuruan 6,35 persen, Kabupaten Gresik 5,94 persen, dan Kota Kediri 5,32 persen. Selain kontribusi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto juga mengalami peningkatan,” ungkapnya, Sabtu (17/1/2026).
Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29 persen, naik dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 5,15 persen. Menurut Dwi, peningkatan tersebut tidak lepas dari posisi Kabupaten Mojokerto yang strategis sebagai bagian dari kawasan Gerbangkertosusila atau Metropolitan Surabaya Raya.
“Kabupaten Mojokerto memiliki keunggulan dari sisi konektivitas wilayah, baik melalui Tol Surabaya–Mojokerto maupun jalur Pantura. Kondisi ini mendukung peran Mojokerto sebagai pusat industri, logistik, dan distribusi di Jawa Timur. Kabupaten Mojokerto juga didukung oleh keberadaan berbagai sektor industri. Mulai dari manufaktur, keramik, tekstil, batik, hingga agroindustri,” katanya.
Struktur ekonomi tersebut memperkuat daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika dan tekanan eksternal. Stabilitas pertumbuhan ekonomi yang terjaga selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Mojokerto.
“Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang, khususnya untuk memperkuat peran Kabupaten Mojokerto sebagai simpul industri dan logistik di Jawa Timur,” tegasnya. [tin/ted]






