Mojokerto (beritajatim.com) – Kepedulian terhadap lingkungan tak selalu harus dimulai dari hal besar. FIFGROUP Mojokerto membuktikannya lewat inovasi Grease to Green, sebuah program pengolahan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah yang disulap menjadi produk ramah lingkungan bernilai ekonomi, seperti sabun dan lilin aroma terapi.
Inovasi ini menjadi langkah konkret FIFGROUP Mojokerto dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat. Minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah berbahaya, kini justru menjadi sumber daya bernilai guna.
Branch Head FIFGROUP Mojokerto, Mochamad Badrul Huda menegaskan, komitmen perusahaan untuk turut menjaga kelestarian lingkungan hidup melalui pengelolaan limbah rumah tangga. “Sering kali kita lupa bahwa limbah rumah tangga memiliki dampak besar terhadap lingkungan,” ungkapnya, Jumat (16/1/2026).
Padahal, lanjutnya, jika dikelola dengan benar, limbah tersebut bisa menjadi sumber daya yang berharga untuk masa depan. Ia menjelaskan, inovasi pengolahan minyak jelantah tersebut telah dimulai sejak Oktober 2025. Prosesnya melibatkan seluruh karyawan FIFGROUP Mojokerto.
“Mulai dari pengumpulan minyak jelantah hingga pengolahan menjadi sabun dan lilin aroma terapi siap pakai. Ini bukan hanya soal inovasi, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti di internal saja, tetapi bisa berkembang dan memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Mojokerto,” katanya.
Program Grease to Green FIFGROUP Mojokerto juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto dan Bank Sampah. Kolaborasi ini mencakup pendampingan teknis pengolahan minyak jelantah, proses produksi, hingga pengemasan produk agar layak edar.
Area Head FIFGROUP Jawa Timur 4, Bening Danu Saputro menyampaikan dukungan penuh terhadap inovasi tersebut. Ia optimistis program tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen sebagai perusahaan pembiayaan untuk menghadirkan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Inovasi Grease to Green ini membuka peluang ekonomi baru berbasis kepedulian lingkungan,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala DLH Kota Mojokerto, Ikromul Yasack. Menurutnya, langkah FIFGROUP Mojokerto patut menjadi contoh bagi sektor swasta dalam mendukung program pelestarian lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi Grease to Green. FIFGROUP Mojokerto menunjukkan bahwa perusahaan pembiayaan pun mampu berkontribusi nyata menjaga lingkungan sekaligus menciptakan produk ekonomis bagi masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, produk sabun dan lilin aroma terapi hasil olahan minyak jelantah tersebut dibagikan secara gratis kepada pelanggan setia FIFGROUP Mojokerto. Ke depan, produk ramah lingkungan ini direncanakan akan dikembangkan bersama UMKM serta dipasarkan ke perusahaan, perkantoran, hingga hotel di wilayah Mojokerto. [tin/aje]






