Blitar (beritajatim.com) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 3 Blitar nyaris terbakar usai tertimpa balon udara. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Faurit (35), penjaga sekolah.
Saat itu, Faurit yang tengah bertugas melihat sebuah balon udara perlahan turun dan mendarat tepat di atap gedung MTSN 3 Blitar. Tak butuh waktu lama, material balon yang mudah terbakar langsung menyulut api di bagian atap.
Menyadari bahaya yang mengancam, Faurit bersama warga sekitar langsung melakukan upaya pemadaman darurat menggunakan alat seadanya sembari menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.
“Penyebab kebakaran dipastikan berasal dari balon udara yang jatuh tepat di atap sekolah. Saksi dan warga sempat berusaha memadamkan api secara mandiri sebelum petugas tiba di lokasi,” ungkap Teddy Prasojo, Kasi Damkar Kabupaten Blitar, pada Rabu (13/01/2026).
Tak lama berselang, armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar tiba di lokasi. Petugas langsung merangsek naik untuk memadamkan sisa api dan memastikan tidak ada titik api (hidden fire) di bawah material atap yang bisa memicu kebakaran susulan.
Operasi pemadaman ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari personel Polsek Srengat, Koramil Srengat, hingga perangkat desa dan warga setempat. Berkat aksi cepat tersebut, api berhasil dijinakkan sebelum melalap ruang kelas atau fasilitas penting lainnya. “Api langsung bisa dijinakkan dibantu oleh warga sekitar dan TNI-Polri,” tegasnya.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kerugian material ditaksir mencapai Rp1.000.000, yang mencakup kerusakan terbatas pada bagian atap.
Insiden ini menjadi alarm keras bagi masyarakat mengenai bahaya penerbangan balon udara secara liar. Peristiwa seperti ini bukan pertama kalinya; sudah banyak insiden yang terjadi akibat penerbangan balon udara. (owi/kun)






