Gresik (beritajatim.com) – Gresik United sukses membuktikan kualitasnya di atas lapangan setelah menaklukkan Waanal Brothers Papua dengan skor tipis 2-1 di Lapangan Pasiran Surabaya, Senin (12/1/2026), di laga lanjutan kompetisi Liga 3 Grup D. Kemenangan ini terasa spesial karena diraih di tengah gelombang cacian dan kritik yang mengarah kepada tim berjuluk Laskar Joko Samudro tersebut.
Dua gol kemenangan Gresik United dicetak Wahyu Agung pada menit ke-52 dan Dian Ardiansyah pada menit ke-57. Sementara gol Waanal Brothers dicetak Andriansyah pada menit ke-18.
Sejak awal laga, pertandingan berlangsung ketat dan penuh tensi. Gresik United tampil menekan, kendati kebobolan lebih dulu dari Waanal Brothers pada menit ke-18 melalui Andriansyah. Tertinggal satu gol, Gresik United berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, hingga turun minum belum mampu mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Gresik United mengubah pola permainan. Hasilnya, pada menit ke-52 Wahyu Agung mampu menyamakan skor menjadi 1-1. Tujuh menit kemudian, Dian Ardiansyah mencetak gol kedua bagi timnya.
Kemenangan ini menjadi jawaban atas cacian maupun komentar negatif yang membanjiri media sosial. Sejumlah netizen sebelumnya meragukan performa Gresik United dan menilai tim tersebut belum layak bersaing di kompetisi Liga 3.
Namun di atas lapangan, Gresik United justru tampil solid dan disiplin. Kerja sama antarlini serta determinasi pemain menjadi kunci keberhasilan mengamankan tiga poin penting. “Alhamdulillah bisa menang lagi, mohon doa kami bisa memetik tiga poin lagi di laga selanjutnya,” ujar Ardi Ardiansyah, salah satu pemain Gresik United, usai pertandingan.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Gresik United, bukan hanya dari sisi klasemen, tetapi juga untuk mengangkat mental tim di tengah tekanan publik. Kemenangan atas Waanal Brothers membuktikan bahwa cacian tidak selalu berdampak negatif, justru bisa menjadi pemicu kebangkitan. [dny/kun]






