Surabaya (beritajatim.com) – Memasuki usia ke-60 tahun, Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) terus mendorong inovasi pelayanan kesehatan kulit, kelamin, dan estetika agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas. Komitmen tersebut ditegaskan Ketua PERDOSKI Cabang Surabaya, Dr. dr. Linda Astari, Sp.D.V.E., Subsp. D.T., FINSDV, FAADV.
“Pastinya kami ingin terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar dr. Linda saat ditemui di sela peringatan HUT ke-60 PERDOSKI di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (11/1/2026).
Saat ini, PERDOSKI Cabang Surabaya menaungi lebih dari 300 dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika yang tersebar di Surabaya serta sekitar 30 kabupaten/kota di Jawa Timur. “Anggota kami tidak hanya di Surabaya, tetapi juga di Lamongan, Mojokerto, Gresik, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Tulungagung, dan daerah lainnya,” ungkapnya.
Dalam rangka memperingati enam dekade perjalanan organisasi, PERDOSKI Cabang Surabaya menggelar layanan konsultasi kesehatan kulit, kelamin, dan estetika secara gratis bagi masyarakat. Selain layanan konsultasi, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan senam pagi bersama serta kampanye edukasi kesehatan kulit.

Menurut dr. Linda, kegiatan ini menjadi sarana untuk mendekatkan dokter spesialis kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan kulit dan kelamin. “Di momen ini kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Harapannya, dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika bisa menjadi rujukan profesional dalam menangani kesehatan kulit, kelamin, dan estetika,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, para dokter juga membawa papan kampanye kesehatan kulit, salah satunya mengedukasi pentingnya penggunaan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Sejumlah dokter terlihat duduk berdampingan dengan warga, melayani konsultasi secara langsung dan santai di ruang terbuka.
dr. Linda menambahkan, tema peringatan HUT ke-60 PERDOSKI tahun ini adalah “Bersatu, Berkembang, Berkarya untuk Indonesia Emas.” Tema tersebut mencerminkan komitmen organisasi untuk mempererat solidaritas, meningkatkan kolaborasi antaranggota, serta bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. (way/but)






